Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Muhammadiyah Ngaliyan Semarang Bangun Pondok Pesantren Tahfidz Alquran

Anas mengetuk hati para donatur untuk bisa menyisihkan rezekinya dalam pembangunan pencetak santri penghafal quran ini.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Pantia melakukan persiapan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah Ngaliyan di Desa Wonorejo, Wates, Ngaliyan, Semarang, Sabtu (19/9/2020). Di tanah wakaf seluas 800 meter persegi ini para santri akan dididik menjadi para ahli agama khususnya penghafal quran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan pesantren di Indonesia terus menggeliat.

Pesantren yang biasanya lekat dengan kalangan Nadhliyin, saat ini juga bahkan mulai dikembangkan oleh ormas Muhammadiyah yang sebelumnya banyak bergerak di pendidikan formal umum.

Dr Ahwan Fanani, M.Ag, pengamat sosial budaya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, mengatakan pendidikan model  pesantren ini sudah menjadi bagian dari khasanah pendidikan Islam di Indonesia sejak dulu.

“Model pendidikan pesantren ini sudah ada jauh sebelum republik ini berdiri. Bahkan jauh sebelum ormas-ormas Islam lahir,” terang Ahwan di sela-sela persiapan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz  Muhammadiyah, di Desa Wonorejo, Wates, Ngaliyan, Semarang, Sabtu (19/9/2020).

Berkembangnya pesantren di Indonesia dari masa ke masa, menurut Ahwan,  tidak lepas dari cara pandang masyarakat mengenai belajar.

Belajar zaman dulu disebut "mbeguru" atau berguru.

“Berguru sebenarnya fenomena umum karena dalam sistem pendidikan klasik kunci pendidikan adalah guru. Dalam tradisi Islam, China maupun India, sentra pendidikan ada pada sosok guru sehingga orang belajar dengan mencari guru seraya melayani guru. Inilah yang kemudian menjadi ciri khas pesantren tradisional,”  jelas Ahwan yang juga ketua pelaksana pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz  Muhammadiyah tersebut.

Pesantren sendiri, kata Ahwan, terus mengalami evolusi.

Semula banyak pesantren berkembang dari pengajaran di masjid.

Karena banyaknya pelajar dari jauh maka dbuatkanlah tempat tinggal bagi santri.

Namun sejalan dengan perkembangan zaman pesantren juga terus menyesuaikan diri.

Sehingga muncul pesantren salaf, pesantren semi modern dan pesantren modern yang menyediakan pendidikan formal hingga jenjang dasar sampai perguruan tinggi.

Pesantren Muhammadiyah

Fenomena menarik saat ini, kata Ahwan, adalah terjadinya passing over, dalam dunia pendidikan Islam.

Organisasi pembaharu semacam Muhammadiyah dan Persis yang sebelumnya  menekankan pendidikan sekolah umum juga mengembangkan pendidikan agama yang lebih fokus sebagaimana pesantren.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved