Berita Semarang
Muhammadiyah Ngaliyan Semarang Bangun Pondok Pesantren Tahfidz Alquran
Anas mengetuk hati para donatur untuk bisa menyisihkan rezekinya dalam pembangunan pencetak santri penghafal quran ini.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan pesantren di Indonesia terus menggeliat.
Pesantren yang biasanya lekat dengan kalangan Nadhliyin, saat ini juga bahkan mulai dikembangkan oleh ormas Muhammadiyah yang sebelumnya banyak bergerak di pendidikan formal umum.
Dr Ahwan Fanani, M.Ag, pengamat sosial budaya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, mengatakan pendidikan model pesantren ini sudah menjadi bagian dari khasanah pendidikan Islam di Indonesia sejak dulu.
“Model pendidikan pesantren ini sudah ada jauh sebelum republik ini berdiri. Bahkan jauh sebelum ormas-ormas Islam lahir,” terang Ahwan di sela-sela persiapan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah, di Desa Wonorejo, Wates, Ngaliyan, Semarang, Sabtu (19/9/2020).
Berkembangnya pesantren di Indonesia dari masa ke masa, menurut Ahwan, tidak lepas dari cara pandang masyarakat mengenai belajar.
Belajar zaman dulu disebut "mbeguru" atau berguru.
“Berguru sebenarnya fenomena umum karena dalam sistem pendidikan klasik kunci pendidikan adalah guru. Dalam tradisi Islam, China maupun India, sentra pendidikan ada pada sosok guru sehingga orang belajar dengan mencari guru seraya melayani guru. Inilah yang kemudian menjadi ciri khas pesantren tradisional,” jelas Ahwan yang juga ketua pelaksana pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah tersebut.
Pesantren sendiri, kata Ahwan, terus mengalami evolusi.
Semula banyak pesantren berkembang dari pengajaran di masjid.
Karena banyaknya pelajar dari jauh maka dbuatkanlah tempat tinggal bagi santri.
Namun sejalan dengan perkembangan zaman pesantren juga terus menyesuaikan diri.
Sehingga muncul pesantren salaf, pesantren semi modern dan pesantren modern yang menyediakan pendidikan formal hingga jenjang dasar sampai perguruan tinggi.
Pesantren Muhammadiyah
Fenomena menarik saat ini, kata Ahwan, adalah terjadinya passing over, dalam dunia pendidikan Islam.
Organisasi pembaharu semacam Muhammadiyah dan Persis yang sebelumnya menekankan pendidikan sekolah umum juga mengembangkan pendidikan agama yang lebih fokus sebagaimana pesantren.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pondok-pesantren-muhammadiyah.jpg)