Berita Regional

Teror KKB Papua Meningkat Jelang Sidang Umum PBB, Keluarkan Ancaman Penerbangan Personel TNI

TNI menyebut meningkatnya aksi dari KKB Papua karena ingin mencari perhatian dunia internasional menjelang Sidang Umum PBB minggu depan.

Editor: m nur huda
Facebook
Ilustrasi - KKB Papua teror warga Tembagapura hingga terdengar tembakan yang bikin kepanikan warga yang mengungsi 

TRIBUNJATENG.COM, PAPUA - Tentara Nasional Indonesia ( TNI) menyebut meningkatnya aksi dari kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Papua karena ingin mencari perhatian dunia internasional menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) minggu depan.

"Gerombolan ini memang selalu memanfaatkan momen-momen tertentu untuk cari perhatian dunia internasional dan kali ini dilakukan menjelang Sidang Umum PBB minggu mendatang," ujar Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kol Czi IGN Suriastawa.

Seperti diketahui, sidang tersebut akan digelar pada 22-29 September.

Update Corona di Indonesia 20 September: Catatkan Rekor Baru, Penambahan Kasus 4.168 Orang

Kronologi Lengkap Postingan Bikin Geger karena Ingin Sebar Virus Corona di Jerakah Semarang

Inilah Kepengurusan Partai Gerindra 2020-2025: Ada Fadli Zon, Sandiaga Uno, Edhiy Prabowo 

Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Italia Laga Pembuka: Hanya Ada Satu Gol

Menurut keterangan Suriastawa, KKB tak hanya melakukan gangguan keamanan di sejumlah wilayah, namun juga menyebar teror di media sosial.

Salah satunya pernyataan bahwa KKB akan mengincar setiap pesawat yang masuk ke wilayah pegunungan Papua.

"Pada hari ini, melalui akun medsosnya, salah satu pentolan gerombolan teroris separatis ini secara terbuka mengeluarkan pernyataan ancaman, intimidasi dan provokasi kepada seluruh penerbangan di Papua yang mengangkut personel TNI dan Polri," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sepekan terakhir sudah ada tiga kali aksi teror KKB.

Akibatnya, dua anggota TNI gugur, satu warga sipil tewas dan dua tukang ojek terluka.

Menurut Suriastawa, aksi KKB pertama terjadi di Intan Jaya pada Senin (14/9/2020) lalu.

Saat itu, dua tukang ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama, tapi di waktu yang berdekatan.

Kedua korban bernama Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan dan Fatur Rahman (23) yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung, serta perut terkena luka tembak.

Lalu, tiga hari sesudahnya, KKB melakukan teror di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.

Aksi terakhir KKB terjadi Sabtu siang, sekitar pukul 13.17 WIT. X Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa Pratu Dwi Akbar Utomo gugur setelah mengalami luka tembak dalam serangan KKB tersebut.

Imbauan TNI terhadap masyarakat adalah untuk tidak terprovokasi.

(Penulis: Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor: Abba Gabrillin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengungkap Fakta Teror KKB, Jelang Sidang Umum PBB hingga Ancaman di Media Sosial"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved