Breaking News:

Virus Corona Jateng

Wanita Positif Corona Bikin Geger Kota Semarang Isolasi Mandiri di Kendal, Warga Trisobo Heboh

Warga Desa Trisobo Kecamatan Boja Kabupaten Kendal sempat digegerkan adanya keluarga asal Kota Semarang melakukan isolasi mandiri akibat Corona

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: galih permadi
Istimewa
Tim Gugus Tugas saat melakukan evakuasi satu keluarga penderita virus corona. Sebelumnya LS dan FN sebagai penderita virus Corona melakukan komunikasi via chatting WA yang gegerkan media sosial, Sabtu (19/9/2020). 

"Tadi pagi Kota Semarang sudah koordinasi dengan kita. Katanya ada warganya yang positif dan singgah di Kendal. Kepala Puskesmas Boja 1 juga sudah kordinasi dengan Dinkes.

Besok tracing ke warga Trisobo," ujarnya.

Selain itu, petugas puskesmas setempat juga akan memantau perkembangan penyakit FN dan keluarga selama menjalani isolasi mandiri di kontrakannya.

"Prinsip kita tetap pantau terus perkembangan pasien, sementara dengan ponsel.

Kalau butuh tindakan, kita segera terjunkan petugas dengan APD lengkap untuk meninjaunya," terangnya.

Direktur Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kendal, dr Budi Mulyono, menambahkan jumlah ketersediaan ruang isolasi di tempatnya masih cukup menampung hingga 20-an orang.

Pihaknya juga siap menerima pasien manakala diperlukan penanganan pasien Covid-19 dengan gejala ringan di RSDC.

"Saat ini ada sekitar 27 pasien yang dirawat dan isolasi di RSDC.

Masih bisa menampung sekitar 20-an pasien manakala dibutuhkan," tutupnya.

Viral di Medsos

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menanggapi pemberitaan viral di sosial media terkait pasien confirm Covid-19 di Semarang yang tidak melakukan isolasi dan bepergian ke mana-mana.

Menurut Hendi sapaan akrabnya, persoalan tersebut hanya salah paham antara tetangga yang kemudian tersebar komunikasinya melalui whatsapp.

Pihaknya telah melakukan tindak lanjut informasi tersebut melalui Dinas Kesehatan dan berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat.

"Saya mendengar kabarnya tadi siang, dan langsung menghubungi Kepala Dinas saya untuk segera ditindak lanjuti.

"Alhamdulilah setelah melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah setempat, yang bersangkutan saat ini sudah bersedia dibawa ke Rumah Isolasi Rumdin pukul 17.00 tadi sampai," kata Hendi seperti keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (19/9/2020) malam.

Hendi menerangkan pihaknya kemudian bergerak cepat agar keresahan masyarakat bisa segera diredam.

“Dalam kondisi seperti ini, langkah-langkah yang kita ambil harus lebih cepat dari pemberitaan itu sendiri.

"Saya mengapresiasi kerja dari tim yang tadi sore telah bekerja cepat melakukan mediasi kepada pasien yang bersangkutan," paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Hakam juga membenarkan jika petugas di Rumah Isolasi Rumdin telah menerima LS.

“Sudah di evakuasi petugas, sekitar pukul 17.00 tadi dengan dibawa ambulan siaga menuju Rumdin.

"LS dan ke dua anaknya saat ini sudah selesai melakukan pemeriksaan dan administrasi kemudian sudah menempati tempat isolasi," jelas Hakam.

Ia kemudian menjelaskan duduk perkara antara LS dan FN.

Seperti yang sudah tersebar di media sosial ada dua nama yakni LS dan FN.

Mereka melakukan komunikasi melalui WA.

Dalam percakapan tersebut FN menerangkan bahwa tetangganya LS confirm covid-19 namun masih bepergian.

Karena hal tersebut FN jadi merasa jika dirinya yang juga positif corona bisa bepergian dan tidak isolasi mandiri.

Kemudian hasil percakapan melalui WA tersebut tersebar.

“Sebenarnya beberapa waktu lalu kami melalui Puskesmas Karanganyar sudah melakukan penanganan kepada keluarga FN dan LS.

"Mereka sendiri sebenarnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena takut di Rumdin, dari Pihak Puskesmas Karangnyar mengizinkan dengan pemantauan ketat," bebernya.

Ditambahkan Hakam, untuk kondisi FN sendiri saat ini diizinkan melakukan isolasi mandiri di rumah karena masih merawat ibunya yang juga positif dan baru saja pulang dari rumah sakit.

FN merupakan anak tunggal jadi tidak punya saudara yang bisa merawat ibunya.

Pertimbangan dari sisi psikologisnya juga ibu kandung FN ini masih kurang stabil setelah mengetahui suaminya meninggal beberapa hari lalu jadi butuh dukungan.

"Namun masyarakat sudah tidak perlu khawatir lagi karena isolasi mandiri yang dijalani FN dalam pengawasan ketat oleh warga dan pemangku wilayah setempat," ujar Hakam.

(Sam/iwn)

Apa Penyebab Solo Diguncang Gempa Magnitudo 2,9 Hari Ini? Ini Penjelasan BMKG

Momo Blak-blakan Tak Pernah Diberi Tahu Telah Didepak dari Geisha

Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Chelsea Vs Liverpool, Klopp Ingin Mainkan Thiago Alcantara

Efek Berantai Pasien Positif Covid-19 Jrakah, Wali Kota Semarang Pastikan Stok Rapid & Swab Aman

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved