Breaking News:

Virus Corona Jateng

Dampak Corona, Pengrajin Tenun Desa Cepagan Batang Terpaksa Gulung Tikar

Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang memiliki produk unggulan berupa kain tenun.

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Sejumlah penenun melakukan aktivitas di rumah produksi kain tenun di Desa Cepagan Kecamatan Warungasem. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang memiliki produk unggulan berupa kain tenun.

Diproduksi secara manual atau dengan menggunakan alat tenun bukan mesin menjadi keunikan dan kelebihan tersendiri.

Pasalnya, dengan menggunakan alat tenun bukan mesin kualitas kain yang dihasilnya lebih lembut.

Kelebihan itulah yang membuat kain tenun tersebut bisa dipasarkan di Bali bahkan beberapa negara di Eropa.

Namun, adanya pandemi Covid-19 cukup berdampak pada pemasaran kain tenun cepagan yang membuat beberapa pengrajin di desa tersebut terpaksa gulung tikar.

Kepala Desa Cepagan, Hery Kiswanto mengatakan pengrajin tenun sebelum masa pandemi Covid-19 di Desa Cepagan ada ada sekitar enam orang.

Namun saat ini yang masih bertahan dan berproduksi hanya ada satu.

“Tentu omzet turun drastis dan sangat terasa pada saat pandemi ini melanda, karena Bali sebagai pasar utama kain tenun belum pulih.

Pengrajin tenun yang masih bertahan tinggal satu yang lain sudah berhenti," tutur Hery, Selasa (22/9/2020).

Untuk kembali menggugah kerajinan tenun di desanya, ia pun merencanakan selain membuat program pelatihan ke depan pemerintah desa juga membantu dalam pemasaran melalui media sosial yang dirasa cukup efektif dan berperan.

" Pemerintah desa dalam mendukung UMKM berkomitmen membantu pemasaran melalui media-media sosial, apalagi pandemi ini belum tau kapan berhentinya," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved