Berita Batang
25 Ton Bawang Putih Batang Masuk Taiwan, Ternyata Hanya Buat Bahan Obat Herbal
Bawang putih hasil tanam petani Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menembus pasar Taiwan.
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bawang putih hasil tanam petani Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menembus pasar Taiwan dengan mengekspor sebanyak 25 Ton.
Ekspor perdana dilepas langsung oleh Bupati Batang Wihaji di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Jumat (25/9/2020).
Bupati Wihaji mengatakan ekspor bawang putih hasil tanam petani di Kecamatan Bawang bukan untuk konsumsi melainkan untuk obat herbal.
"Bawang putih yang kita ekspor ke Taiwan untuk kebutuhan jamu bukan untuk konsumsi, karena kandungan dan khasiatnya untuk herbal," tutur Wihaji usai melepas ekspor bawang putih.
Wihaji mengapresiasi petani bawang putih Kecamatan Bawang, karena berhasil membudidaya bawang jenis lumbu hijau yang mampu menjadi produk komoditas unggulan.
"Komoditas ini akan terus kita eksplore terus sebagai kekuatan petani Kecamatan Bawang khususnya bawang putih," ujarnya.
Ia pun menjelaskan untuk kebutuhan ekspor bawang putih di negara Taiwan masih cukup banyak, dan petani Batang belum mampu memenuhinya.
"Taiwan meminta 1.000 Ton per tahun, tapi kita hanya mampu 25 Ton per tahun, kalau nanti ada keuntungan dari petani, saya yakin petani lainnya di Batang akan ikut menanam bawang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batang, Heru Yuwono mengatakan potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Batang sejumlah 1.000 hektare, yang tersebar di Kecamatan Bawang, Blado dan Reban.
"Program pengembangan bawang putih merupakan program Kementerian pertanian sejak tahun 2018, yang semula 150 hektare karena ada recofusing adanya Covid-19 menjadi seluas 50 hektare," ujarnya
Untuk produktivitas bawang putih di Kabupaten Batang sudah sesuai target nasional yaitu 6 ton per hektare
"Produktivitas bawang putih saat ini mencapai 14 ton per hektare, untuk penanaman diatas 900 mdpl dan produktivitas 8 ton per hektare untuk penanaman 800 mdpl," jelasnya.
Semwntara Perwakilan Gapoktan Bawang Putih mengatakan ekspor bawang putih dalam minggu ini hanya bisa mengirim 25 Ton dan akan terus diupayakan agar tercapai target ekspor yang dibutuhkan.
"Ekspor ini kita lewat PT Green Herbal yang setiap hari kita kirim lima ton setiap harinya," imbuhnya.
Ia pun menjelaskan keunggulan bawang putih varietas lumbu hijau ada pada tingkat kepedasan dan kandungan minyaknya lebih banyak.
"Bawang putih yang kita ekspor dihargai per kilonya Rp 23 Ribu, dalam situasi pandemi Covid-19 harga tersebut sangat membantu sekali petani karena kemarin harga bawang konsumsi di lokal harga jual anjok total hingga Rp 5 Ribu sampai Rp7 Ribu," pungkasnya. (din)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :