Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Mentarget 1.600 Akseptor Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mentargetkan 1.600 akseptor baru atau keluarga berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
IST
Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto saat mengikuti senam sajojo di Plaza Alun-alun Karanganyar, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mentargetkan 1.600 akseptor baru atau keluarga berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Karanganyar, Agam Bintoro menyampaikan, dalam MKJP kali ini Kabupaten Karanganyar mentargetkan 1.600 akseptor baru.

Sebelumnya kita bisa melampaui target pada momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Dari target 1.200 akseptor baru, dapat terlampaui hingga 2.000 akseptor.

"Dari target 1.600, sampai kemarin kita baru 950 akseptor. Ya baru sekitar 60 persen.

Saat pandemi kita alami kesulitan, kan harus gerilya. Tapi kita tetap sosialisasi," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (25/8/2020).

Dia mengungkapkan, pelaksanaan MKJP sudah dimulai pada 18 Agustus 2020 dan sesuai jadwal berakhir pada 18 September 2020. Namun waktu pelaksanaannya kemudian diundur hingga 26 September 2020 bertepatan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia.

"Kali ini direkomendasikan mencari akseptor baru dengan kontrasepsi IUD dan Implan atau susuk KB. Sekalipun ada juga Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP)," ucapnya.

Dalam meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi, Bupati Karanganyar memberikan reward kepada masyarakat yang bersedia menggunakan alat kontrasepsi terutama MOP.

"Kan ada reward, setiap yang mau MOP dapat Rp 1,5 juta. MOP banyak diminati. Sebelum operasi, rapid test dulu. Sudah ada yang antre, kita eksekusi di Jatipuro nanti Oktober," ucap Agam.

Guna menekan angka pertumbuhan penduduk, dinas terkait akan menyasar usia produktif supaya menggunakan alat kontrasepsi. Mulai dari 19 tahun -40 tahun.

Dalam menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati pada 26 September 2020, Pemkab Karanganyar menggelar senam sajojo di Plaza Alun-Alun Karanganyar pada Jumat (25/9/2020).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menyongsong Hari Kontrasepsi Sedunia.

"Dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, masyarakat diminta menggunakan alat kontrasepsi. Direncanakan yang baik, punya dua anak itu sehat. mari kita sosialisasikan utamanya keluarga yang masih muda menggunakan alat kontrasepsi," pungkasnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved