Berita Jateng
Wagub Jateng Gus Yasin Acungi Jempol Penerapan Protokol Kesehatan Ponpes di Grobogan
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen apresiasi terhadap penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di beberapa pesantren.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen apresiasi terhadap penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di beberapa pesantren.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengacungi jempol penerapan protokol kesehatan penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Penerapan itu, yakni mulai dari cek kesehatan secara rutin hingga “mengungsikan” santri ke gedung atau fasilitas umum di sekitar ponpes.
• TKI Asal Nganjuk Menang Lawan Bos Bandara Changi di Pengadilan atas Tuduhan Pencurian
• Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris
• Sungai Jernih Berisi Ribuan Ikan Tidak Hanya Ada di Jepang, di Watergong Klaten Kamu Akan Terpana
• Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 25 September 2020, Ngaliyan Tertinggi
Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penularan virus corona.
“Penerapan protokol kesehatan yang ketat di ponpes ini harus diinformasikan kepada masyarakat luas.
Sehingga masyarakat di luar ponpes juga mengikuti apa yang diperintahkan kiai kepada santri pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, saat mengunjungi pesantren itu, Kamis (24/9/2020).
Gus Yasin berharap, keberadaan ribuan ponpes yang tersebar di Jateng menjadi garda terdepan, sekaligus panutan bagi masyarakat umum dalam penanganan Covid-19.
Hal itu sudah dibuktikan saat awal masa pandemi Covid-19 ponpes-ponpes di Jateng mengajukan pelaksanaan ujian, kemudian memulangkan santri ke rumah masing-masing secara bertahap sesuai protokol kesehatan.
“Saat kembali ke ponpes, kedatangan para santri juga diatur secara bergelombang atau tidak serentak.
Setelah sampai ponpes dikunci, penghuni pesantren diwajibkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, peran kiai dan santri sangat penting dalam penegakkan protokol kesehatan.
Terlebih kasus kematian akibat Covid-19 kian meningkat, namun tidak sedikit masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan.
Gus Yasin menuturkan, banyak warga yang seenaknya pergi ke pusat-pusat keramaian, berkerumun, dan tidak memakai masker saat berkumpul dan beraktivitas di luar maupun dalam ruangan.
Pengurus Ponpes Assalafi Miftahul Huda, Yudo Sulistyo menjelaskan, pihaknya memberlakukan sangat ketat penegakkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes.
Dia menyampaikan, sekitar 1.400 santri yang berasal dari berbagai daerah kepulangan dan kedatangan santri dilakukan secara bergelombang.