Breaking News:

Pilkada 2020

Bawaslu Ingatkan Jangan Ada Kerumunan di Luar Ruangan saat Kampanye Pertemuan Terbatas

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, Bawaslu akan melakukan pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan selama masa kampanye.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Kamis (24/9/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masa kampanye Pilkada 2020 diatur sangat ketat dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. Dalam aturan tersebut, kampanye pertemuan terbatas hanya boleh dihadiri 50 orang saja.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, Bawaslu akan melakukan pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan selama masa kampanye.

Pihaknya akan mengantisipasi adanya kerumunan massa yang terjadi di luar ruang pertemuan.

Pelajar NU Jawa Tengah Luncurkan Program Konco Sinau sebagai Respons Pembelajaran Jarak Jauh

Petugas Gerebek Diskotek Abaikan Prokes: Kalian Pernah Demo dan Diberi Izin Buka, Tapi Malah . . 

Kata Valentino Rossi Menanti MotoGP di Indonesia Tahun 2021: Bahagia, Treknya Menarik & Baru

Setelah Viral Foto Kerumunan Nikmati Musik Tanpa Masker, Kafe Broker Kini Disegel

"Pertemuan terbatas diatur 50 orang. Di luar ruangan tidak boleh berkerumun. Kami coba melakukan pendekatan," kata Amin, Minggu (27/9/2020).

Dia berharap, seluruh pasangan calon, tim kampanye, juru kampanye, dan seluruh pihak yang tergabung dalam struktur pemenangan benar-benar memahami aturan tersebut. Terlebih, Kota Semarang masuk dalam satu diantara beberapa kota di Indonesia yang memiliki indeks kerawanan tinggi dalam dimensi pandemi Covid-19.

"Indeks kami masih tergolong sangat tinggi di indeks kerawanan pemilu masalah Covid-19. Selebihnya, terkait infrastruktur dan lain-lain sudah clear," ujarnya.

Selain kerawanan pandemi Covid-19, lanjut Amin, penyebaran berita hoaks dan netralitas ASN juga menjadi hal harus diantisipasi. Pihaknya juga memperketat pengawasan pada dua hal tersebut.

"Dari sisi hoaks, biasanya yang berkembang yaitu menjatuhkan paslon. Itu bisa dinamis sesuai perkembangan," ucapnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, semua kampanye diarahkan dengan metode daring dan media sosial. Rapat umum, kegiatan kebudayaan, kegiatan olahraga, bazaar, atau donor darah tidak diperbolehkan. Hal itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Dalam peraturan itu disebutkan sanksi bagi yang melanggar yakin peringatan tertulis oleh Bawaslu hingga penghentian dan pembubaran kegiatan.

"Semua kegiatan boleh dilakukan secara virtual. Kegiatan di ruangan dibatasi 50 orang. Semua kegiatan di luar ruangan yang diinisiasi tidak boleh," tegas Nanda, sapaannya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved