Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Gunung Salak 'Terbelah', Pertanda Gempa Besar? Ini Jawaban Ugur Gursala

Fenomena tanah "terbelah" di Gunung Salak, Jawa Barat, viral di media sosial.

Tayang:
Editor: galih permadi
(Dok Istimewa)
Kondisi pasca terjadinya longsor di Gunung Salak, Jawa Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, KABUPATEN BOGOR - Fenomena tanah "terbelah" di Gunung Salak, Jawa Barat, viral di media sosial.

Beberapa foto dan video menunjukkan bahwa ada tiga titik tanah terbelah di perbatasan Cianjur, Bogor dan Sukabumi itu.

Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1, Ugur Gursala memastikan bahwa kondisi tersebut bukan tanah terbelah melainkan longsoran di hulu sungai.

Inilah Sosok Yesi Bocah SD Berkaki 1 Semangat Belajar, Jalan Kaki ke Sekolah Jarak 1 Kilometer

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Esti Tewas Kecelakaan Ditabrak Mobil, Sopir Main HP Hilang Kendali

Viral Remaja Wanita 20 Tahun Nyaris Lumpuh Gara-gara Minum Boba Sehari 2 Kali, Ini Faktanya

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 1 Keluarga Tewas Terbakar: Kakek, Menantu, 3 Cucu, Ini Kata Pak RT

Sebab, pada Senin (21/9/2020) lalu, hujan sangat lebat diikuti dengan angin kencang.

Sehingga, dapat dipastikan hal itu disebabkan oleh faktor cuaca yang cukup ekstrem.

"Bukan terbelah, tapi ada longsoran di hulu sungai. Kemungkinan akibat hujan sangat deras di puncak Gunung Salak disertai angin kencang," ungkap dia, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/9/2020).

Menurut dia, curah hujan yang tinggi belakangan ini, mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap.

Hal itu memicu longsoran dan banjir di bibir sungai. Berdasarkan identifikasi lapangan, longsoran terjadi tepatnya di hulu Sungai Cikedung atau puncak Salak 3 hingga mengalir sampai ke hilir atau tepatnya di Kampung Palalangon, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada saat kejadian tinggi air sungai dihulu atau Puncak Salak 3 cukup tinggi dan air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat.

Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem.

Luapan Sungai Cikedung ini juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir.

"Tidak ditemukan adanya illegal logging, pohon yang terbawa banjir akibat longsoran di pinggir sungai yang tersapu aliran air sungai," ujar dia.

Musibah longsor dan banjir ini, sebut dia, juga menyebabkan kerusakan lahan pertanian milik warga Kampung Palalangon.

Longsor dan banjir itu menyapu sawah dan kebun sekitar kurang lebih 3 hektare.

Tak hanya itu, longsor juga menimpa rumah warga, mushala, jembatan hingga jalan penghubung Kampung Palalangon dan Kampung Loji tertutup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved