Breaking News:

Berita Semarang

USM Buka Prodi S1 Pariwisata, Rektor Sebut Sudah Diajukan Sejak 2015

Sebagai universitas swasta yang memiliki 15 program studi (prodi) dan mahasiswa terbanyak di Kota Semarang, Universitas Semarang (USM) merasa jumlah p

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Rektor USM, Andy Kridasusila 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai universitas swasta yang memiliki 15 program studi (prodi) dan mahasiswa terbanyak di Kota Semarang, Universitas Semarang (USM) merasa jumlah prodi yang dibutuhkan masih kurang.

Menurut Rektor USM, Andy Kridasusila hal itu karena pihaknya melihat di aktivitas masyarakat, baik itu organisasi bisnis maupun usaha mikro kecil menengah (umkm), ada aktivitas-aktivitas yang memerlukan pengalaman atau background keilmuan tertentu.

Menurut Andy, sapaan akrabnya, dia sudah mengajukan pembukaan prodi S1 Pariwisata kepada pihak Yayasan Alumni Universitas Diponegoro sebagai badan penyelanggara USM pada Tahun 2015 lalu.

Update Virus Corona Kota Semarang Senin 28 September 2020, Pedurungan Tertinggi Disusul Ngaliyan

Status Kota Semarang Bergerak ke Zona Oranye, Dinkes Mulai Sasar Kelompok Rentan untuk Swab Tes

Kota Pekalongan Masuk Zona Merah, Dinkes: Ada Penambahan 17 Kasus Dalam Sehari

Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris

Hal itu dilakukan karena, menurutnya, melihat pariwisata menjadi topangan untuk pergerakan ekonomi.

Melihat fenomena pariwisata tidak hanya di Indonesia, khususnya di banyak negara maju pariwisata menjadi daya tarik ekonomi yang luar biasa dan mempunyai trickle down effect.

"Pada 2015, kami sudah mengajukan ke yayasan untuk pembukaan 5 prodi yakni S1 Pariwisata, lalu untuk support prodi tersebut kami juga mengajukan S1 Bahasa Inggris, S1 Bahasa China, usulan kami berikutnya adalah S1 Olahraga, dan kemudian pada 2015 pemerintah juga membuka izin untuk mengajukan permohonan kedokteran.

Sehingga kami tambahkan S1 kedokteran.

Jadi, pada 2015 lima prodi seperti itu yang kami usulkan," ucapnya kepada Tribun Jateng, Senin (28/9/2020).

Dalam perjalan, lanjut Andy, semual yang diprioritaskan adalah kedokteran.

Pada 2016, proses pengajuan kedokteran kemudian mendapatkan jawaban dari kementerian dan yayasan, ternyata meminta untuk sementara dicancel dahulu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved