Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

6 Early Warning System Dipasang untuk Antisipasi Longsor di Karanganyar

BPBD Karanganyar memasang sejumlah enam Early Warning System (EWS) pada tahun ini untuk mengantisipasi longsor.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
zoom-inlihat foto 6 Early Warning System Dipasang untuk Antisipasi Longsor di Karanganyar
Istimewa
Ilustrasi. Petugas saat memasang perangkat EWS untuk mendeteksi adanya pergerakan tanah.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memasang sejumlah enam Early Warning System (EWS) pada tahun ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan tanah longsor di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto menyampaikan, pengadaan enam EWS itu berasal dari APBD, hibah UNS Solo dan ada satu EWS yang diperbaiki. EWS itu dipasang di wilayah Dusun Ledoksari Desa Tawangmangu, Dusun Guyon Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu dan Koripan Kecamatan Matesih.

"Tahun 2020 ada enam EWS. Dari APBD ada 2, hibah UNS ada 3 dan satu perbaikan dari UNS," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut, wilayah Kabupaten Karanganyar yang berpotensi terjadi tanah longsor berada di Kecamatan Jatiyoso, Ngargoyoso, Jenawi, Tawangmangu, dan Kerjo.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Karanganyar, Hartoko menambahkan, dengan adanya enam EWS tambahan itu, total sampai saat ini ada 20 EWS yang tersebar di beberapa kecamatan yang berpotensi terjadi tanah longsor.

Dari jumlah EWS tersebut, ada 17 EWS untuk mendeteksi tanah longsor dan ada 3 EWS untuk mendeteksi banjir. Sementara terkait kondisinya, dia menjelaskan, ada 10 EWS untuk mendeteksi tanah longsor yang mengalami kerusakan.

Jenis kerusakannya pada EWS itu beragam, di antaranya ada yang tidak mendapat pasokan listrik, komponen dalam rusak dan berkarat dan ada beberapa komponen yang hilang.

"10 EWS itu akan diajukan untuk diperbaiki dulu, kalau tidak bisa diperbaiki ya diganti baru," ucapnya.

Dia menjelaskan, setelah EWS selesai dipasang, terkait perawatan perangkat menjadi tugas dari BPBD Karanganyar. Sedangkan pengawasan diserahkan kepada masyarakat.

"EWS itu kan pakai solar cel, kalau ada pohon yang menutupi sehingga tidak berfungsi dapat dipangkas supaya dapat cahaya. Begitu juga supaya kabel tidak terkena pohon tumbang," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved