Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar: Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Sejarah

Para generasi muda harus diingatkan tentang sejarah untuk menghindarkan mereka dari paham yang bertentangan dengan pancasila

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara seminar FKUB bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dengan tema penguatan kompetensi moderasi beragama di sekolah bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (30/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Para generasi muda harus diingatkan tentang sejarah untuk menghindarkan mereka dari paham yang bertentangan dengan pancasila.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai menghadiri acara seminar FKUB bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dengan tema penguatan kompetensi moderasi beragama di sekolah bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (30/9/2020).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, dalam sejarahnya di Indonesia pernah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh paham tertentu. Menurutnya, aksi pemberontakan itu harus menjadi pengingat dan dicermati sehingga kedepan tidak lagi terulang peristiwa serupa untuk bangsa ini, terutama kepada generasi muda.

"Seminar ini cukup strategis dan cukup penting, apalagi yang hadir para guru agama islam. Supaya anak-anak, selamat dari pemikiran yang bertentangan dengan pancasila," katanya kepada Tribunjateng.com.

Dia menjelaskan, Indonesia sudah menjadi negara yang luar biasa mengambil perspektif persatuan dengan menjadikan pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup.

Lebih lanjut, menanggapi adanya wacana penghapusan pelajaran sejarah, terang Yuli sapaan akrabnya, sangat bertentangan lantaran orang dapat belajar dari sejarah.

Ketua AGPAII Karanganyar, Suharta mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberikan penguatan kepada para guru agama islam terkait kompetensi dalam beragama di sekolah.

AGPAII merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan guru agama mulai dari jenjang TK hingga SMA. Organisasi ini sebagai rumah guru agama islam untuk mengajarkan islam yang rahmatan lil alamin. Begitu juga tempat untuk mengembangkan kompetensi dan potensi para guru agama islam terutama di Karanganyar.

"(Seminar ini) untuk meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Karanganyar. Meningkatkan kepekaan filterisasi pendidikan agama islam di sekolah dalam menghadapi paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan sekolah," ucapnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved