Berita Kriminal
Masuk Penjara Lagi, Kali Ini Hadi Curi Motor Milik Bakul Angkringan di Semarang
Kali ini ia terbukti melakukan aksi pencurian sepeda motor milik Eko Susilo (30) warga Kabupaten Grobogan yang merupakan penghuni kos-kosan milik oran
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hadi Pramono (39) warga Karangtengah Kelurahan Genuksari Kecamatan Genuk Kota Semarang terpaksa kembali mendekam di jeruji besi untuk keempat kalinya.
Kali ini ia terbukti melakukan aksi pencurian sepeda motor milik Eko Susilo (30) warga Kabupaten Grobogan yang merupakan penghuni kos-kosan milik orangtua tersangka.
Aksi pencurian itu terjadi Senin (17/8/2020) sekira pukul 01.00 WIB.
• Makam Diterjang Banjir Bandang Tanggamus, 9 Kerangka Manusia Berserakan
• Heboh Awan Hitam Seperti Gelombang Laut Selimuti Banten, Ini Penjelasan BMKG
• Perbandingan Ponsel Realme 7i dengan Realme 7: Desain, Performa, Kamera hingga Harga
• Prostitusi Online Libatkan Anak Kian Menanjak, Transaksi Gunakan Aplikasi Michat
"Saya tidak berniat mencuri, motor itu sudah biasa saya pinjam. Berhubung saya ada utang maka saya pilih jual saja," bebernya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (3/10/2020).
Sebelumnya, korban memarkirkan motornya di depan kamar kos.
Berhubung kelelahan lantaran habis berjualan angkringan korban lupa mencabut kunci motor Honda Revo fit K 5405 PZ miliknya.
Hadi mengaku, melihat kunci motor masih terpasang muncul niat untuk mengambil motor tersebut.
Ia pun membawa motor itu dengan dalih untuk pergi bekerja menarik iuran uang parkir kepada para ke tukang parkir di wilayah binaanya.
Setelah itu, ia menitipkan motor ke sebuah tempat rongsokan di daerah Muktiharjo Kidul.
"Beberapa hari kemudin motor itu saya jual melalui perantara teman saya yang bernama Heru, motor laku Rp 1,1 juta."
"Saya terima Rp 950 ribu langsung saya bayarkan utang sisanya saya kasihkan teman yang jual," jelasnya.
Hadi beralasan terlilit utang karena untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA.
Apalagi ia sebagai orangtua tunggal, ia sudah lama diceraikan istrinya yang sekarang bekerja di Singapura.
Ia pun menyesali perbuatannya tersebut lantaran sudah bosan dengan kehidupannya yang sudah berulang kali berurusan dengan pihak kepolisian.
"Saya sudah kapok, dulu pernah kena kasus pemalakan, perkelahian dan lainnya. Saya sekarang mau fokus ngurus anak saja setelah keluar dari penjara nanti," katanya.