Breaking News:

Berita Grobogan

Ternyata Api Abadi Mrapen Sering Dipadamkan, Kini Padam Total & Dicari Cara Hidupkan

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam. Padamnya api tersebut diketahui sejak 20 September 2020.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam. Padamnya api tersebut diketahui sejak 20 September 2020.

Mewakili pengelola kawasan Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi (28) mengatakan, dugaan sementara penyebab padamnya api tersebut karena adanya penyeboran sumur sedalam lebih 30 meter di dekat lokasi.

Akibatnya, gas beralih ke sumur tersebut dan membuat api di kawasan Api Abadi Mrapen Padam.

"Sekarang padam total. Bau gas saja tidak ada," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa, (06/10/2020).

Klasemen Liga Spanyol Setelah Barcelona Kalah, Real Madrid Menduduki Posisi Puncak

Beasiswa LPDP 2020 Resmi Dibuka, Ini Persyaratan dan Jadwal Seleksi hingga Pengumuman

Dampak Omnibus Law Cipta Kerja Bagi Buruh, Pasal Kontroversial, Isi dan Link Draftnya

Malam Ini Planet Mars Berada di Posisi Terdekat Bumi, Terjadi Lagi 2035 Mendatang

Menurut Annas, setelah api di kawasan tersebut padam, pihak pengelola yakni Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jateng sudah mengambil langkah-langkah untuk mencari kepastian penyebab padamnya api. Juga cara bagaimana menghidupkan api itu lagi.

Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang padam.
Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang padam. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN)

Di sisi lain, sejak informasi padamnya api abadi mrapen viral, kata dia, banyak warga yang datang untuk melihat. Namun sayang, mereka tidak diperbolehkan masuk.

"Sejak Maret kawasan ini sudah ditutup untuk umum karena ada pandemi corona," ujarnya.

Annas menduga banyak masyarakat yang salah paham tentang Api Abadi Mrapen.

Banyak orang mengira api itu terus menyala tidak pernah padam.

"Padahal kalau saya membersihkan karang-karangnya, api itu juga kami padamkan terlebih dahulu. Nanti kalau sudah selesai dibersihkan baru dinyalakan lagi dengak korek api."

Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong  Kabupaten Grobogan untuk pertama kalinya padam. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN)
Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan untuk pertama kalinya padam. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN) (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN)

Annas mengatakan, berdasarkan cerita masyarakat sekitar, kawasan Api Abadi Mrapen adalah satu peninggakan Sunan Kalijaga.

Pada saat itu Sunan Kalijaga habis perjalanan dari Majapahit.

"Lalu tiba di sini tidak menemukan sumber air dan api, terus dia menancapkan tongkatnya di sini keluarlah api."

Menurut Annas, Mrapen sendiri berasal dari kata perapen yang berarti perapian. Dan api dari perapian ini seringi diambil untuk menyalakan obor pagelaran olahraga tingkat internasiolan dan nasional. Seperti Ganefo I 1963, Pon XIV 1996. (yun)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved