Penangan Corona
Update Corona Wonosobo Hari Ini Selasa 6 Oktober 2020: 688 Positif Covid-19, Jateng 23.521
update Corona Wonosobo hari ini Selasa 6 Oktober 2020 688 positif covid-19, berikut rincian per kecamatan:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus corona di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini Selasa (6/10/2020), terdapat 688 kasus positif covid-19.
Dari total 688 kasus positif corona wonosobo, 374 pasien covid-19 dinyatakan sembuh, 21 kasus meninggal dan 293 pasien positif masih dirawat.
Pada hari ini terjadi penambahan 1 kasus virus corona wonosobo dari sebelumnya 687 pada Senin dan Minggu (5-6/10/2020) dan 605 kasus pada Sabtu (3/10/2020).
Penambahan 1 angka tersebut terjadi di Kecamatan Wonosobo.
Dari total 688 pasien positif corona di Kabupaten Wonosobo, berikut rincian per kecamatan :
1. Garung 69, sembuh 36, meninggal 1
2. Kalibawang 15, sembuh 12, meninggal 1
3. Kalikajar 88, sembuh 52, meninggal 1
4. Kaliwiro 37, sembuh 34
5. Kejajar 42, sembuh 32
6. Kepil 16, sembuh 9 meninggal 1
7. Kertek 68, sembuh 15, meninggal 4
8. Leksono 26, sembuh 21
9. Mojotengah 49, sembuh 28, meninggal 1
10. Sapuran 24, sembuh 14, meninggal 5
11. Selomerto 38, sembuh 14 meninggal 5
12. Sukoharjo 34, sembuh 9
13. Wadaslintang 14, sembuh 11
14. Watumalang 14, sembuh 8
15. Wonosobo 143, sembuh 78, meninggal 4
16. Luar Wonosobo 11, sembuh 1 meninggal 1
• Cekcok dengan Pacar, Catur Disiram Bensin dan Dibakar hingga Luka Sekujur Tubuh
• Hutang Rp 60 Juta Dibayar Pakai 4 Nyawa Keluarga di Baki Sukoharjo
• Tagihan Listrik Rumah Jennifer Jill Si Sultan Ancol Capai Rp 100 Juta per Bulan: AC Gak Boleh Mati
• Penipu Tak Sadar Berurusan dengan Anak Presiden, Kaesang Pangarep: Nanti ada yang Ketuk Rumah
Sedangkan Probable di Kabupaten Wonosobo atau orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal nafas sebanyak 29 orang dan suspek 3.577.


Sementara itu di Jawa Tengah, pada Senin 5 Oktober pukul 12.00 WIB, total kasus corona Jateng mencapai angka mencapai angka 23.825 dan 23.521 pada Minggu (4/10/2020).
Dengan rincian 4.005 menjalani perawatan.
17.784 terkonfirmasi sembuh dan 2.036 kasus meninggal.
Sedangkan pasien suspek mencapai 3.330.
Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.
Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id
Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.
Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.
Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagas gerakan pola hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19.
Gerakan ini pun telah disampaikan ke bupati dan wali kota di Jateng agar bisa bersama-sama bertindak.
"Mengingat angka-angka Covid-19 masih dinamis, maka kita harus dorong pola hidup baru.
Mulai sekarang kami buat 'Hidup Bersama Covid-19'.
Move on yuk.
Kita harus merubah pola hidup baru," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020).
Sejumlah aspek kehidupan sosial diharuskan berubah sejalan pola hidup sehat agar terhindar dari corona.
Antara lain, masyarakat harus jaga jarak, kalau tidak bisa didenda oleh negara, selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun.
Misalkan tidak ada air mengalir, bisa pakai disinfektan yang siap sedia di kantong masing-masing.
"Sehingga, dalam sistem sosial ekonomi kita berubah menjadi gaya atau pola hidup baru," jelasnya.
Kemudian, aspek sosial lain yang harus diperhatikan di antaranya kerumunan dibatasi maksimal empat orang dan harus berjarak.
Lalu, sistem antri dibuatkan garis dan titik dengan jarak. Begitu juga dengan sistem transportasi yakni harus longgar.
Begitu juga di pasar, pabrik, kantor harus ada protokol ketat untuk jaga jarak.
Aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan terus menerus yang akhirnya menjadi kebiasaan atau gaya hidup.
"Hal itu bisa dilakukan agar kehidupan menjadi lebih mendekati normal. Ini tidak mudah tapi kita harus cari inovasi terus," ujarnya.
Soal keamanan di Jateng di tengah pandemi ini, Ganjar menyebut ada ekses dengan meningkatnya angka kriminalitas.
Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat tinggal dengan menghidupkan ronda atau berpatroli malam.
"Kekuatan nilai-nilai kultural harus dibangkitkan lagi. Tepo sliro, gotong royong, tidak berebut," ucap orang nomor satu di Jateng ini.
Terkait ketahanan pangan di desa, ia minta seluruh bantuan masyarakat yang beragam sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat di lumbung pangan tingkat RT/RW atau kelurahan/desa.
Itu dilakukan supaya untuk mengurangi ekses sosial. Tidak hanya bantuan dari pemerintah tapi juga dari nonpemerintah, Baznas, CSR, donasi dan lain-lain.
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunjateng.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
(*)
TONTON DAN SUBSCRIBE :
(*)
• Punya Ilmu Kebal, Kasim Sempat Tertawa saat Tubuhnya Tak Mempan Dibacok Andi
• Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat
• Naiki Ban Unicorn di Pantai, Bocah Lima Tahun Ini Terbawa Angin hingga Tengah Laut
• Kecewa, Lionel Messi Sudah Ajukan Permintaan Hengkang dari Barcelona