Penanganan Corona
Muncul Klaster Hotel di Kota Tegal, Hendadi: 3 Karyawan Warga Kabupaten
Setelah muncul klaster keluarga, sekolah, pasar, dan kantor, belum lama ini muncul klaster baru yaitu klaster hotel yang lokasinya berada di Kota Tega
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setelah muncul klaster keluarga, sekolah, pasar, dan kantor, belum lama ini muncul klaster baru yaitu klaster hotel yang lokasinya berada di Kota Tegal.
Adapun dari penemuan Klaster Hotel di Kota Tegal pada Senin (5/10/2020) lalu, ternyata ada tiga orang karyawan yang merupakan warga Kabupaten Tegal dan terkonfirmasi positif Covid-19.
Dari tiga karyawan Hotel tersebut, dua orang merupakan warga Kecamatan Suradadi dan satunya lagi warga Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
• Ternyata Api Abadi Mrapen Sering Dipadamkan, Kini Padam Total & Dicari Cara Hidupkan
• Pulang, Lampu Mati Suami Dihalangi Istri Masuk Kamar Ternyata Ada Perangkat Desa Tak Pakai Baju
• BREAKING NEWS: Rumah Guru SMPN 2 Gebog Kudus Dirampok, Pelaku Masuk Lewat Pintu Belakang
• Twitter Sembunyikan Twit Trump karena Dianggap Menyesatkan Soal Bahaya Covid-19
"Untuk jumlah pastinya berapa yang positif saya tidak tahu, karena bukan area kami. Tapi ada tiga karyawan yang positif Covid-19 dan mereka warga Kabupaten Tegal. Jadi mereka mendapat positif Covid-19, atau terpapar Covid-19 ya dari hotel tersebut," jelas Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, pada Tribunjateng.com, Rabu (7/10/2020).
Saat ini, menurut Hendadi, ketiganya sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Karena ketiganya merupakan orang tanpa gejala (OTG), maka disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerpakan protokol kesehatan yang ketat.
Untuk hasil tes swab keluarganya belum keluar, karena paling tidak menunggu sekitar seminggu atau dua minggu paling lama.
"Intinya sekarang ini, kalau ada kasus positif Covid-19, maka kontak eratnya yaitu keluarga langsung kami tes swab. Termasuk keluarga dari tiga karyawan hotel ini. Minimal ada 35 kontak erat yang harus di tes swab," ujarnya.
Sementara itu, Tribunjateng.com, mencoba menghubungi Wakil Ketua PHRI Jateng, Benk Mintosih, untuk meminta tanggapannya terkait kemunculan Klaster Hotel di Kota Tegal.
Benk Mintosih mengatakan, sebagai orang yang berkegiatan atau berkutat di dunia perhotelan, ia cukup prihatin mengetahui adanya Klaster Covid-19 di hotel.
Karena menurutnya, setiap saat pihaknya terus mengingatkan agar semua waspada dan disiplin terhadap protokol kesehatan.
Seperti mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.
"Maka saran saya, kedepan pengelola hotel harus lebih proaktif lagi memeriksakan karyawan mereka. Seperti melakukan rapid test, atau tes swab setiap berapa kali disesuaikan. Kegiatan tersebut sudah diberlakukan salah satunya seperti hotel di Solo. Semoga kedepan semua hotel melakukan antisipasi tes Covid-19," jelasnya.
Bahkan menurut Benk, setiap hotel harus memiliki tim Satgas Covid-19 masing-masing. Sehingga penularan Covid-19 di lingkungan perhotelan bisa dihindari.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus bertambah.