Penggunaan Mandiri e-money Terdampak Pandemi, Alami Penurunan Hingga 50 Persen
Pnggunaan Mandiri e-money di masyarakat khususnya di Jateng dan DIY selama masa pandemi covid-19 cenderung menurun.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Penggunaan Mandiri e-money di masyarakat khususnya di wilayah Jateng dan DIY selama masa pandemi covid-19 cenderung mengalami penurunan. Hal ini disampaikan oleh Vice President Transaction Banking Retail Region VII / Jawa 2, Wicaksono Hario Putro.
Wicaksono menuturkan penggunaan Mandiri e-money di masyarakat mengalami penurunan sejak bulan Maret 2020 lalu, ketika pertama kali adanya kasus covid-19 di Indonesia. Penurunan tersebut terjadi hingga saat ini, berkisar 50 hingga 60 persen.
“Untuk penggunaannya sendiri dari tahun 2019 hingga Februari 2020 lalu itu masih cenderung meningkat. Namun memasuki bulan Maret ketika adanya pembatasan aktivitas masyarakat diluar rumah, baik untuk bekerja atau bepergian, penggunaan Mandiri e-money menurun,” kata Wicaksono ketika dihubungi Tribun Jateng, Rabu, (7/10/2020).
Ia menambahkan, penurunan ini tidak hanya terjadi pada penggunaan Mandiri e-money saja, namun segala bentuk transaksi yang menggunakan produk kartu dikatakannya mengalami penurunan. Hal ini dikatakan Wicaksono, lantaran masyarakat mulai mengurangi bentuk transaksi yang membutuhkan kontak fisik secara langsung. Adapun untuk saat ini, dikatakannya transaksi yang cenderung mengalami peningkatan ialah penggunaan mobile banking Mandiri Online.
Apabila dilihat secara year on year (yoy) penggunaan Mandiri e-money pada bulan Agustus 2020 dibandingkan bulan Agustus 2019 mengalami penurunan sekira 30 persen.
“Namun untuk penggunaan Mandiri e-money pada bulan Agustus 2020 dibandingkan bulan Juli 2020 penggunaannya sudah mulai merangkak naik, di angka 10-15 persen,” terangnya.
Sementara itu, Wicaksono mengatakan untuk penggunaan Mandiri e-money di Jateng dan DIY memiliki target pendapatan Rp 7 miliar hingga akhir tahun 2020. Sedangkan untuk realisasinya, hingga bulan Agustus 2020 lalu mencapai Rp 870 juta.
Wicaksono menuturkan penggunaan produk Mandiri e-money ini dominan digunakan masyarakat untuk melakukan pembayaran di pintu Tol ataupun pembayaran parkir di area publik seperti di Mall.
Guna meningkatkan penggunaan Mandiri e-money, Mandiri pun melakukan beberapa inovasi diantaranya seperti mengembangkan layanan untuk top up, cek saldo, cek riwayat transaksi dan perbarui saldo yang dapat dilakukan di Mandiri Online untuk Android dan iOS 13, serta juga tersedia di e-commerce.
Selain itu juga dengan memperbanyak jangkauan penggunaan Mandiri e-money di area publik, seperti di tempat-tempat wisata maupun transportasi umum. “Harapannya ketika masyarakat menggunakan Mandiri e-money ini dapat diakses di berbagai lokasi yang mereka datangi,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/e-money-bank-mandiri_20170607_222724.jpg)