Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Omnibus Law UU Cipta Kerja

Kecewa Omnibus Law, Haris Azhar: Ini Seperti Zaman Orba

Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar blak-blakan kecewa berat dengan dengan disahkannya Omnibus Law.

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.com/Devina Halim
Kecewa dengan Omnibus Law, Haris Azhar: Ini Seperti Zaman Orba 

TRIBUNJATENG.COM- Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar blak-blakan kecewa berat dengan dengan disahkannya Omnibus Law.

Haris Azhar mengatakan undang-undang Omnibus Law ini hanya menguntungkan pengusaha dan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan oleh Haris Azhar dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (8/10/2020) malam.

Sebab, pemerintah daerah tidak diberikan kewenangan untuk memberikan izin kepada pengusaha.

Terkait terjaidnya gelombang protes dari sejumalha mahasiswa dan masyarakat di daerah seluruh Indonesia, Haris Azhar mengaku kecewa.

Haris Azhar mengatakan wajar jika anak muda merasa kecewa.

"Jadi omnibus ini dia ingin kayak berbagai peraturan perundang-undangan disuruh minggir, lalu ini ada konsep baru, pas kita lihat isinya kita simulasikan, saya mau bilang wajar kalau gitu anak muda marah," kata Haris Azhar mengawali pembicaraannya.

Menurutnya, yang paling dirugikan dari UU Omnibus Law ini adalah kelompok rentan di sektor ekonomi.

"Yaitu petani, buruh, nelayan, masyarakat adat yang mengelola hutan, kebun dan lain-lain, dan juga anak-anak muda," tuturnya.

Ia juga mengatakan, para anak muda ini tidak mendapat jaminan bahwa mereka akan membaik di sisi pekerjaan dari UU Cipta Kerja tersebut.

" Anak muda kerja, tapi tidak ada jaminan akan lebih baik, yang dijual hanya membuka lapangan pekerjaan, dari zaman kuda masih akrab sama badak juga persoalan pekerjaan juga persoalan yang sering muncul," kata dia.

Haris Azhar menyoroti dengan kebijakan Omnibus Law ini sebenarnya anak-anak muda justru diperbudak.

"Artinya memang negara hadir untuk menciptakan itu, tapi bukan dengan cara nih dikasih pekerjaan, buka lowongan, tetapi sebetulnya mereka diperbudak, tetapi keuntungan besarnya itu lari ke kelompok-kelompok tertentu saja yang sebetulnya jumlahnya minoritas," tegas Haris Azhar.

Kemudian, Haris Azhar juga mengatakan kalau dirinya tidak melihat bagaimana upaya pemulihan itu didukung oleh negara.

Haris Azhar lalu menceritakan masyarakat adat di NTT yang terseok-seok saat mengurus kebun.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
VS
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved