Berita Nasional

Heboh Lintang Kemukus Bersinar Terang di Langit Foto-fotonya Dibagikan Netizen

Heboh lintang kemukus bersinar terang di langit sehingga keberadaannya terlihat jelas di sejumlah daerah.

Editor: abduh imanulhaq
FACEBOOK
Lintang kemukus terlihat terang di beberapa daerah di Pulau Jawa 

TRIBUNJATENG.COM - Heboh lintang kemukus bersinar terang di langit sehingga keberadaannya terlihat jelas di sejumlah daerah.

Netizen pun mengunggah dan membagikan foto-foto lintang kemukus atau meteor ini di media sosial.

Sebelumnya disampaikan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), hujan meteor Draconid akan aktif di langit Indonesia pada 6-10 Oktober 2020.

Periode puncaknya adalah pada Kamis (8/10/2020) malam sejak pukul 18.15 hingga 21.30 WIB.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Besok, Ada Bibit Siklon Tropis 91 W

Hasil Kualifikasi MotoGP 2020 Perancis, Fabio Quartararo Terdepan, Rossi Terdampar di Garis Tengah

Peruntungan Shio Hari Ini Minggu 11 Oktober 2020

Kawanan Monyet Alas Roban Turun Ke Jalan Pantura Batang, Warga Sebut Ada Pertanda Buruk

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan, Emanuel Sungging mengatakan bahwa Draconid sebetulnya bukan hujan meteor yang besar.

Hujan meteor ini dinamai Draconid berdasarkan titik radian atau titik asal munculnya hujan meteor yang terletak di kontelasi Draco.

"Arahnya agak ke utara, secara sederhananya dapat dikatakan berasal dari arah rasi Draco," jelas Emanuel kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Adapun intensitas hujan meteor yang terjadi per jamnya akan berbeda yaitu mulai dari 4 meteor untuk wilayah Kupang hingga 6 meteor per jam untuk wilayah Banda Aceh.

Hal ini tentu juga tergantung dengan cuaca di sekitar tempat Anda mengamatinya.

Kemungkinan paling besar bisa menyaksikan hujan meteor ini jika wilayah Anda sedang bercuaca cerah dan bebas polusi cahaya.

Sehingga kemungkinan besar jika Anda mengamati fenomena hujan meteor ini di area perkotaan hanya akan menyaksikan antara 1-2 meteor per jam saja.

Meteorit

Sementara itu, meteorit adalah batuan sisa dari terbakarnya komet atau asteroid yang memasuki atmosfer Bumi.

Lapisan atmosfer inilah yang melindungi planet yang kita tinggali dari benda-benda langit yang berpotensi jatuh ke Bumi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved