Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sinergi OJK Dalam Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimist pada akhir tahun 2020 perekonomian Jawa Tengah dapat tumbuh lebih baik.

Tayang:
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
Istimewa
Pertemuan melalui video conference membahas mengenai solusi bersama untuk memperbaiki perekonomian Jawa Tengah yang dilakukan oleh OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bersama Bank Jateng, Bank Himbara, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, (15/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pada akhir tahun 2020 perekonomian Jawa Tengah dapat tumbuh lebih baik melalui berbagai program sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Adapun di Provinsi Jawa Tengah, sejak dampak Covid-19 mulai dirasakan pada Maret lalu, Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bergerak cepat menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan program restrukturisasi kredit dan pembiayaan khususnya untuk sektor UMKM dengan berbagai kegiatan seperti membuka “kredit center” yang melayani berbagai informasi dan bantuan penyelesaian proses restrukturisasi kredit dan pembiayaan.

Selain itu, OJK bersama Pemerintah Provinsi juga mendorong agar Industri Jasa Keuangan menjalankan program dan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional yang telah dikeluarkan Pemerintah seperti pemberian subsidi bunga, penempatan uang negara pada Bank Umum dan Bank Pembangunan Daerah, serta program penjaminan kredit.

“Dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi di Jawa Tengah ditunjukkan dengan ekspansi kredit sebesar 3,19 persen (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang tercatat sebesar 1,53 persen (yoy),” ucap Kepala OJK Kantor Regional 3, Aman Santosa, dalam siaran pers tertulisnya, Kamis, (15/10/2020).

Dukungan perbankan terhadap pemulihan ekonomi juga tercermin pada besaran restrukturisasi kredit yang telah dilakukan. Berdasarkan data per tanggal 30 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah telah mencapai Rp 60,20 triliun, dengan debitur yang telah mendapatkan restrukturisasi sebanyak 1,23 juta rekening, atau 6,85 persen dari total outstanding restrukturisasi kredit nasional dan 16,67 persen rekening dari keseluruhan rekening secara nasional.

Dari jumlah itu, UMKM mendapatkan porsi restrukturisasi terbesar yaitu senilai Rp 50,19 triliun atau 83,38 persen dari total restrukturisasi kredit di Jawa Tengah. Jumlah tersebut merupakan pencapaian yang tinggi apabila dibandingkan daerah lainnya. Sedangkan restrukturisasi pada perusahaan pembiayaan per 30 September telah mencapai Rp 14,41 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 448.890 rekening.

“Sementara untuk program Penempatan Uang Negara di Bank Himbara dan Bank Jateng, per tanggal 30 September 2020, di Jawa Tengah telah dilakukan penyaluran dana sebesar Rp 13,89 triliun naik sebesar 52,38 persen (mtm) kepada 266.011 debitur naik sebesar 38,62 persen (mtm) dengan dominasi ekspansi kredit pada sektor perdagangan besar eceran, industri pengolahan dan pertanian,” imbuhnya.

Sedangkan untuk program penjaminan pemerintah, di Jawa Tengah telah dilakukan Askrindo dan Jamkrindo dan telah disalurkan penjaminan sebesar Rp 977,24 miliar untuk 2.106 debitur.

Kemudian program pemberian subsidi bunga atau margin, realisasi subsidi bunga di Jawa Tengah telah mencapai Rp 387,58 miliar dengan total debitur sebanyak 1.664.955 debitur. Untuk optimalisasi pelaksanaan program tersebut, OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bersama Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan secara berkelanjutan melakukan bimbingan teknis kepada BPR dan BPRS di Jawa Tengah.

Aman berharap sinergi yang telah terjalin baik antara OJK dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Industri Jasa Keuangan dapat terus berlanjut pada program-program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan geliat ekonomi dan UMKM di Jawa Tengah, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan OJK Jateng dan DIY senantiasa bekerja sama, dimana programnya cukup menarik, bisa membumi sehingga persoalan-persoalan keuangan, perbankan, bisa diterjemahkan dengan enteng, sehingga masyarakat akan bisa mengetahui dan memahami dengan mudah. Ada banyak yang kita coba bahas dengan OJK untuk memulihkan ekonomi, OJK memberikan masukan kepada kita bagaimana kondisi perbankan keuangan yang ada, bagaimana kredit itu tersalurkan, bagaimana KUR yang bisa diakses oleh UMKM bisa berjalan dengan baik,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, OJK telah membantu dengan baik kondisi perekonomian di daerah di masa pandemi ini, seperti melalui restrukturisasi kredit dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah sehingga diharapkan sektor UMKM dan usaha menengah bahkan usaha besar bisa bangkit kembali sehingga bisa menaikkan ekonomi di Jawa Tengah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved