Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangan Corona

Update Corona Wonosobo Hari Ini Minggu 18 Oktober 2020: 1.002 Positif Covid-19, Jateng 29.582

update Corona Wonosobo hari ini Minggu 18 Oktober 2020 1002 positif covid-19, berikut rincian per kecamatan:

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini
Update Corona Wonosobo Minggu 18 Oktober 2020: 1.002 Positif Covid-19 

TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus corona di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini Minggu (18/10/2020), terdapat 1.002 kasus positif covid-19 dari sebelumnya 1.001 kasus pada Sabtu (17/10/2020).

Dari total 1.002 kasus positif corona wonosobo, 479 pasien covid-19 dinyatakan sembuh, 49 kasus meninggal dan 474 pasien positif masih dirawat.

Dari total 1.002 pasien positif corona di Kabupaten Wonosobo, berikut rincian per kecamatan :

1. Garung 87, sembuh 43, meninggal 3
2. Kalibawang 18, sembuh 12, meninggal 1
3. Kalikajar 112, sembuh 66, meninggal 3
4. Kaliwiro 40, sembuh 34
5. Kejajar 47, sembuh 38
6. Kepil  29, sembuh 11 meninggal 1
7. Kertek 150, sembuh 37, meninggal 11
8. Leksono 35, sembuh 23
9. Mojotengah 59, sembuh 29, meninggal 3
10. Sapuran 41, sembuh 17, meninggal 6
11. Selomerto 59, sembuh 26 meninggal 4
12. Sukoharjo 42, sembuh 14
13. Wadaslintang 21, sembuh 12
14. Watumalang 24, sembuh 11, meninggal 1
15. Wonosobo 224, sembuh 100, meninggal 14
16. Luar Wonosobo 14, sembuh 6 meninggal 2

Cekcok dengan Pacar, Catur Disiram Bensin dan Dibakar hingga Luka Sekujur Tubuh

Hutang Rp 60 Juta Dibayar Pakai 4 Nyawa Keluarga di Baki Sukoharjo

Tagihan Listrik Rumah Jennifer Jill Si Sultan Ancol Capai Rp 100 Juta per Bulan: AC Gak Boleh Mati

Penipu Tak Sadar Berurusan dengan Anak Presiden, Kaesang Pangarep: Nanti ada yang Ketuk Rumah

Sedangkan Probable di Kabupaten Wonosobo atau orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal nafas sebanyak 36 orang dan suspek 3.716.

 

Update Corona Wonosobo Minggu 18 Oktober 2020: 1.002 Positif Covid-19
Update Corona Wonosobo Minggu 18 Oktober 2020: 1.002 Positif Covid-19 (Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini)
Update Corona Wonosobo Kamis 15 Oktober 2020: 971 Positif Covid-19
Update Corona Wonosobo Kamis 15 Oktober 2020: 971 Positif Covid-19 (Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini)

     

 

 Sementara itu di Jawa Tengah, pada Sabtu 17 Oktober pukul 12.00 WIB, total kasus corona Jateng mencapai angka 29.582.

Dengan rincian 3.476 menjalani perawatan.

23.822 terkonfirmasi sembuh dan 2.284 kasus meninggal.

Sedangkan pasien suspek mencapai 3.467.

Update kasus virus corona atau Covid-19 Jawa Tengah Sabtu 17 Oktober 2020.
Update kasus virus corona atau Covid-19 Jawa Tengah Sabtu 17 Oktober 2020. (corona.jatengprov.go.id)

Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.

Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id

Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.

Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagas gerakan pola hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19.

Gerakan ini pun telah disampaikan ke bupati dan wali kota di Jateng agar bisa bersama-sama bertindak.

"Mengingat angka-angka Covid-19 masih dinamis, maka kita harus dorong pola hidup baru.

Mulai sekarang kami buat 'Hidup Bersama Covid-19'.

Move on yuk.

Kita harus merubah pola hidup baru," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020).

Sejumlah aspek kehidupan sosial diharuskan berubah sejalan pola hidup sehat agar terhindar dari corona.

Antara lain, masyarakat harus jaga jarak, kalau tidak bisa didenda oleh negara, selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun.

Misalkan tidak ada air mengalir, bisa pakai disinfektan yang siap sedia di kantong masing-masing.

"Sehingga, dalam sistem sosial ekonomi kita berubah menjadi gaya atau pola hidup baru," jelasnya.

Kemudian, aspek sosial lain yang harus diperhatikan di antaranya kerumunan dibatasi maksimal empat orang dan harus berjarak.

Lalu, sistem antri dibuatkan garis dan titik dengan jarak. Begitu juga dengan sistem transportasi yakni harus longgar.

Begitu juga di pasar, pabrik, kantor harus ada protokol ketat untuk jaga jarak.

Aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan terus menerus yang akhirnya menjadi kebiasaan atau gaya hidup.

"Hal itu bisa dilakukan agar kehidupan menjadi lebih mendekati normal. Ini tidak mudah tapi kita harus cari inovasi terus," ujarnya.

Soal keamanan di Jateng di tengah pandemi ini, Ganjar menyebut ada ekses dengan meningkatnya angka kriminalitas.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat tinggal dengan menghidupkan ronda atau berpatroli malam.

"Kekuatan nilai-nilai kultural harus dibangkitkan lagi. Tepo sliro, gotong royong, tidak berebut," ucap orang nomor satu di Jateng ini.

Terkait ketahanan pangan di desa, ia minta seluruh bantuan masyarakat yang beragam sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat di lumbung pangan tingkat RT/RW atau kelurahan/desa.

Itu dilakukan supaya untuk mengurangi ekses sosial. Tidak hanya bantuan dari pemerintah tapi juga dari nonpemerintah, Baznas, CSR, donasi dan lain-lain.

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunjateng.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(*)

TONTON DAN SUBSCRIBE :

(*)

Punya Ilmu Kebal, Kasim Sempat Tertawa saat Tubuhnya Tak Mempan Dibacok Andi

Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat

Naiki Ban Unicorn di Pantai, Bocah Lima Tahun Ini Terbawa Angin hingga Tengah Laut

Kecewa, Lionel Messi Sudah Ajukan Permintaan Hengkang dari Barcelona

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved