Breaking News:

Promoter Polda Jateng

AKBP Gatot Hendro Hartono Pimpin Deklarasi Cinta Damai Menolak Unjuk Rasa Anarkis di Kab Semarang

Sejumlah Elemen masyarakat dari TNI-Polri dan Forkopimda, perwakilan Ormas, mahasiswa dan pemuda melakukan Deklarasi Cinta Damai Menolak unjuk rasa an

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono memimpin pembacaan deklarasi cinta damai menolak aksi anarkis di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang, Senin (19/10/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah Elemen masyarakat dari TNI-Polri dan Forkopimda, perwakilan Ormas, mahasiswa dan pemuda melakukan Deklarasi Cinta Damai Menolak unjuk rasa anarkis di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang, Senin (19/10/2020).

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan deklarasi yang diikuti beragam elemen tersebut bertujuan mengajak masyarakat apabila terdapat hal tidak disetujui dapat dilakukan secara baik.

"Karena ternyata demo pada beberapa kota sering ditungganggi oknum tidak bertanggungjawab. Jangan sampai ini terjadi di Kabupaten Semarang, apalagi ditengah pandemi Corona," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang, Senin (19/10/2020)

Menurut Mundjirin, tak jarang aksi unjuk rasa juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum karena adanya provokasi dan kemudian terjadi anarkisme.

Ia menambahkan, ditengah pandemi Covid-19 pemerintah sedang berusaha memulihkan ekonomi. Jika masyarakat dapat bergotong royong memberi masukan pengusaha merasa aman dan nyaman tentu lebih mudah.

"Apalagi sekarang juga ada penambahan kasus Corona setiap hari. Ada banyak klaster, sekarang warga terpapar Corona ada sebanyak 1.100 lebih dan meninggal 63 orang," katanya

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menyampaikan apresiasi kepada semua elemen masyarakat. Adanya unjuk rasa penolakan Omnibus Law Cipta Kerja pada sejumlah daerah kondusivitas di Kabupaten Semarang tetap terjaga.

"Alhamdulillah Kabupaten Semarang juga mendapat apresiasi karena termasuk 11 Kota/Kab yang tidak ada aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law. Ini berkat kerjasama semua pihak terutama serikat pekerja," ujarnya

Dikatakan AKBP Gatot, dari pemantauan aparat kepolisian tidak ditemukan pula pelajar sekolah yang terlibat aksi unjuk rasa pada daerah terdekat seperti Kota Semarang.

Pihaknya mengungkapkan, para pekerja yang ikut melakukan aksi ke DPRD Kota Semarang juga diberikan pengawalan kepolisian.

"Kami juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Semarang karena sejauh ini mematuhi himbauan menjaga jarak, tidak berkerumun apalagi menggelar aksi demonstrasi," jelasnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved