Berita Brebes
Menko Luhut Binsar Pandjaitan Tanam 1.000 Bibit Mangrove Bersama Warga di Brebes
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, bersama para petani menanam 1.000 bibit mangrove di Pant
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, bersama para petani menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Pulau Cemara Sawojajar, Kabupaten Brebes, Kamis (22/10/2020).
Sejumlah 1.000 bibit mangrove tersebut adalah bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk masyarakat di Desa Sawojajar.
Selain mangrove, masyarakat juga mendapatkan bantuan berupa 500 bibit pohon mangga.
Baca juga: Dipecat DPP PDIP, Mugiyono: Lebih Baik Dipecat Daripada Khianati Dawuh Kiai
Baca juga: Harta Kekayaan Cai Changpan Dibongkar Pak Camat, Begini Keseharian Terpidana Mati Kasus Narkoba
Baca juga: Ini Nominal Gaji PNS Lengkap dari Tertinggi hingga Terendah
Baca juga: Bocah Penyandang Disablitas Dipenggal Setelah Diperkosa Sepupu, Jasadnya Dibuang ke Kolam
Penanaman bibit mangrove tersebut, juga diikuti oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Brebes Idza Priyanti.
Menko Marives, Luhut mengatakan, penanaman mangrove tersebut menjadi upaya pemerintah dalam memperbaiki lingkungan.
Ia mengatakan, mangrove yang dimiliki Indonesia adalah 30 persen dari mangrove di dunia.
Namun ia menyayangkan sekira 1 juta mangrove di Indonesia sekarang rusak.
"Bu Siti dan Pak Edhy punya rencana untuk menanam. Kita coba dorong sampai 600 ribu bisa selesai empat tahun ke depan," kata Luhut seusai menanam mangrove.
Luhut menjelaskan, penanaman mangrove dinilai sangat penting agar tidak terjadi abrasi dan rob.
Selain itu mangrove juga akan melahirkan carbon credit.
Ia mengatakan, kerusakan parah terjadi di beberapa wilayah, khususnya Pantai Utara.
Misalnya seperti kerusakan mangrove di Semarang yang menyebabkan abrasi.
"Jadi jangan ada yang tanya kenapa diperbaiki. Karena nanti anak cucumu akan mengalami kerusakan lingkungan parah jika tidak kita perbaiki sekarang," jelasnya. (fba)
Baca juga: BPK RI Audit Penanganan Covid 19 di Polda Jateng
Baca juga: Garang saat Memaki Petugas yang Ingatkan Pakai Masker, Begini Nasib Mukti Kharisma
Baca juga: Salurkan Rp 11,49 Miliar di Program Pinky Movement, Pertamina Dorong Pertumbuhan 170 UMKM Mitra
Baca juga: Emak-emak di Kebumen Ini Klaim Sawah Orang Lain Sebagai Jaminan Hutang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/masyarakat-pesisir-di-desa-sawojajar-kabupaten-brebes-menanam-bibit-mangrove-ber.jpg)