Breaking News:

Berita Semarang

Pilkada Saat Pandemi, Golkar Ajak Kadernya Kampanye Daring dan Blusukan tapi Wajib Taati Prokes

Masa kampanye pilkada yang berlangsung sekitar 70 hari ini harus dimanfaatkan seefektif mungkin oleh paslon.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Ketua DPD Golkar Jateng, Panggah Susanto (kedua kanan) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masa kampanye pilkada yang berlangsung sekitar 70 hari ini harus dimanfaatkan seefektif mungkin oleh pasangan calon (paslon) yang maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pun mengimbau agar paslon memaksimalkan media sosial dan media massa untuk ajang kampanye. Bahkan, jika harus tatap muka, Peraturan KPU sudah mengaturnya agar orang yang diundang dibatasi.

Lantaran pilkada dilaksanakan di tengah pandemi virus corona Covid-19, partai politik harus mengubah pola kampanye. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalkan intensitas pertemuan dan menghindari kerumunan.

DPD Partai Golkar Jawa Tengah menginstruksikan pasangan calon yang merupakan kadernya untuk tidak melanggar protokol kesehatan selama kampanye di musim pandemi.

Untuk mencapai target kemenangan pada pilkada, Golkar tetap akan melakukan kampanye di tengah-tengah masyarakat. Namun, dengan catatan wajib menaati protokol kesehatan (Prokes).

"Langkah itu harus dilakukan, selain melakukan kampanye melalui media sosial. Tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Ketua DPD Golkar Jateng, Panggah Susanto, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya, tidak semua warga paham cara penggunaan media sosial atau pun gawai. Misalnya dari kalangan masyarakat yang sudah berusia lanjut.

Kampanye secara door to door atau tatap muka, kata dia, akan lebih mendapatkan respon dari masyarakat karena bisa bertemu langsung dan berinteraksi.

"Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Itu wajib jadi pegangan," kata pria yang juga anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini.

Menang pilkada memang suatu keharusan, namun ada yang lebih berharga lagi, yakni kesehatan masyarakat.

Karena itu, ultah ke-56 tahun ini Golkar mengusung tagline Indonesia sehat, ekonomi bangkit, Golkar menang.

Panggah melanjutkan, memenangkan agenda politik seperti pilkada 2020 ini telah diamanatkan saat Musyawarah Nasional Partai Golkar baru- baru ini.

Pada Pilkada serentak di masa pandemi Covid 19 ini, Golkar optimis mampu meraih target kemenangan setidaknya di 17 wilayah atau 80 persen.

Pada pilkada kali ini, Golkar mengusung kadernya di 12 kabupaten/kota di Jateng. Baik sebagai calon bupati/ wali kota atau wakil.

Yakni di Blora, Pemalang, Purworejo, Demak, Purbalingga, Kebumen, Kabupaten Semarang, Kota Pekalongan, Kendal, Kota Magelang, Pekalongan, Klaten. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved