Breaking News:

Berita Semarang

Bea Cukai Tanjung Emas Semarang Gagalkan Peredaran Ribuan Pisau Cukur Merek Gillette Diduga Palsu

Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tanjung Emas bongkar upaya peredaran ribuan pisau cukur impor merek Gillette yang diduga palsu.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tanjung Emas bongkar upaya peredaran ribuan pisau cukur impor merek Gillette yang diduga palsu.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengatakan pengukapan kasus peredaran ribuan pisau cukur impor palsu belum ditetapkan tersangka.

Saat ini masih dalam proses di Pengadilan Niaga Semarang.

Baca juga: 14 Wanita Terapis Mengakui Layani Pelanggan Plus-plus Buat Tambahan Hidupi Anak

Baca juga: Berita Duka, Antonius Tonny Wongso Meninggal Dunia di Semarang

Baca juga: Kecelakaan di Tol Pemalang-Batang, Sopir Hilang Kendali Mobil X-Trail Terbang Hingga Keluar Tol

Baca juga: Inilah Sosok Kompol Imam Ziadi Polisi Diduga Kurir Sabu Seberat 16 Kilogram Bikin Murka Kapolda

"Ada laporan dari PT Procter & Gamble (P&G) Indonesia dan telah melakukan perekaman (rekordasi) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40 tahun 2018. Kami berkewajiban menotifikasi jika ditemukan barang yang di rekordasi tadi untuk memberitahukan ke pemilik merek," jelasnya saat konferensi pers di gudang Bea Cukai Semarang, Senin (26/10/2020).

Menurut Anton, yang dipermasalahkan oleh P&G sebagai pemilik adalah adanya dugaan pemalsuan merek pisau cukur tersebut.

Pihak P&G meminta agar merek pisau cukur tersebut dilindungi agar tidak beredar di pasaran.

"Atas pengaduan tersebut kami menindaklanjuti untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Mereka mengajukan permohonan penangguhan sementara dan dikabulkan oleh Pengadilan Niaga Semarang untuk diproses lebih lanjut,"ujar dia.

Dikatakannya, pisau cukur palsu tersebut diimpor dari Cina oleh PT LBA yang merupakan importir Indonesia.

Total merek pisau cukur palsu yang diungkap berjumlah 185 karton terdiri dari 390 ribu tangkai pisau cukur, dan 521.280 kepala pisau cukur.

"Proses impornya legal. Namun nanti yang memutuskan terkait kepemilikan mereknya adalah Pengadilan Niaga,"tutur dia.

Ia menuturkan penindakan atas barang impor yang melanggar Hak kekakayaan Intelektual (HKI) tersebut baru pertama di Indonesia. Pihaknya membuktikan bahwa Indonesia berkomitmen terhadap perlindungan HKI.

"Diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional dan menambah poin Indonesia agar dapat dikeluarkan dari priority watch list united states trade representative (USTR) untuk isu perlindungan HKI," tukasnya. (rtp)

Baca juga: Terpuruk di Seri Teruel, Fabio Quartararo Optimis Masih Bisa Juarai MotoGP 2020

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wonosobo Senin 26 Oktober 2020 hingga Esok, Waspadai Hujan Lebat Sejak Sore Hari

Baca juga: Kampanyekan Bebas Sampah Plastik, Bule Asal Spanyol & Pemuda Cimahi Bersepeda dari Jogja ke Sabang

Baca juga: Satlantas Polres Karanganyar Dapat Tambahan 2.000 Surat Tilang untuk Operasi Zebra 2020

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved