Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Kapolres Wonogiri Sosialisasikan Yanpatdu Sekaligus Bahaya Narkotika ke Pelajar SMK Negeri 2

Jajaran Polres Wonogiri menyosialisasikan aplikasi pelayanan cepat terpadu (Yanpatdu) kepada peserta didik SMKN 2 Wonogiri via daring, Senin (26/10/2

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
IST
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing saat memberikan sosialisasi tentang aplikasi Yanpatdu serta bahaya penyalahgunaan narkotika kepada peserta didik SMKN 2 Wonogiri, Senin (26/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Jajaran Polres Wonogiri menyosialisasikan aplikasi pelayanan cepat terpadu (Yanpatdu) kepada peserta didik SMKN 2 Wonogiri via daring, Senin (26/10/2020).

Selain memberikan pemahaman tentang layanan publik itu, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing juga memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para generasi muda.

Dalam kesempatan itu Kapolres Wonogiri menjelaskan kepada para peserta didik apa saja manfaat dan fitur yang ada di dalam aplikasi Yanpatdu, di antaranya pelayanan SPKT dan SKCK.

Serta beberapa fitur seperti tombol darurat yang dapat digunakan apabila terjadi gangguan di jalan atau di mana saja.

"Apabila membutuhkan Bhabinkamtibmas bisa melihat aplikasi tersebut ,bila mengalami permasalahan di Wilayahnya.

Lokasi penting fitur ini berisi lokasi dari titik rawan kecelakaan titik rawan kejahatan serta besi tempat penting di wilayah hukum Polres Wonogiri," katanya, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, selain layanan itu di dalam aplikasi ini juga ada fitur pembayaran online yang dapat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi pembayaran produk pelayanan.

Aplikasi Yanpatdu dapat dengan mudah diunduh di Playstore.

"Pemohon tidak harus datang langsung untuk mendaftar di loket pelayanan SKCK online baru ataupun perpanjang SP2HD dan pelayanan SPKT.

Itu dapat dilayani cukup melalui aplikasi Yanpatdu," ucapnya.

Plt Kepala Sekolah SMK N 2 Wonogiri, Gunarsi menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh jajaran Polres Wonogiri dengan memberikan sosialisasi terkait pelayanan publik dan bahanya narkotika.

Dia menjelaskan, karena situasi pandemi, peserta didik mengikuti pembelajaran jarak jauh.

"Untuk anak-anak jangan sampai mencoba bahayanya narkoba.

Kalian adalah penerus bangsa.

Selamat belajar dan hati-hati," pungkasnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved