Teknologi
Temukan Air Lagi, NASA Makin Yakin Akan Bisa Bangun Pangkalan di Bulan
Badan antariksa Amerika Serikat ( NASA) kembali membuktikan adanya air di satelit alami Bumi, Bulan. Deteksi molekul air tersebut meningkatkan harapa
Lantas, bagaimana para ilmuwan ini menemukan air di permukaan Bulan?
Berdasarkan hasil pengamatan teleskop infra merah, yang dikenal sebagai Sofia, temuan pertama keberadaaan air di Bulan terungkap.
Selanjutnya, observatorium yang berada di pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi, terbang di atas sebagian besar atmosfer Bumi, memberikan pemandangan Tata Surya yang sebagian besar tidak terhalang.
Para peneliti kemudian mengambil warna yang menjadi tanda kunci dari molekul air, yang ditangkap teleskop infra merah Sofia.
Berdasarkan analisis dari penemuan air di Bulan tersebut, para peneliti memperkirakan molekul air di Bulan tersimpan dalam gelembung kaca atau di antara butiran di permukaan bulan yang melindunginya dari lingkungan yang keras.
Sementara itu, dalam studi lainnya, ilmuwan mencari wilayah yang berada di bayangan matahari secara permanen, di mana air dapat ditangkap dan disimpan secara permanen.
Area yang dikenal sebagai perangkap dingin ditemukan di kedua kutub dan mereka menyimpulkan bahwa sekitar 40.000 km2 permukaan bulan memiliki kemampuan untuk memerangkap air.
Dengan ditemukannya molekul air di permukaan Bulan, Dr Sargeant mengatakan temuan ini dapat memperluas daftar lokasi di mana pangkalan di bulan dapat dibangun.
Nantinya akan ada beberapa misi ke area kutub Bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Kendati demikian dalam jangka panjang, ada rencana untuk membangun tempat tinggal permanen di permukaan Bulan.
"Ini bisa berpengaruh. Ini memberikan kami waktu untuk melakukan penyelidikan," jelas Dr Sargeant.
Para ahli di NASA mengatakan setelah mengetahui cara mengekstrak air di Bulan berbentuk es di bulan, maka molekul ini bisa menjadi dasar ekonomi di bulan di masa depan.
Jika bisa membuat bahan bakar di Bulan, akan lebih murah daripada harus mengirimkannya dari Bumi.
Sebab, pengisian bahan bakar di Bulan dapat menurunkan biaya perjalanan ruang angkasa, dan keberadaan pangkalan Bulan akan membuatnya menjadi lebih terjangkau.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-misi-ke-bulan-nasa-kembali-menemukan-bukti-keberadaan.jpg)