Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bentrok Sesama Pemuda Pancasila di Bantul, Kantor MPC Rusak Parah

Bentrokan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila pecah di simpang tiga Cepit, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta tepatnya di depan kantor

Editor: m nur huda
Tribunjogja/ Ahmad Syarifudin
Polisi memasang garis polisi di lokasi bentrokan simpang tiga cepit, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. 

TRIBUNJTENG.COM, BANTUL - Bentrokan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila pecah di simpang tiga Cepit, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta tepatnya di depan kantor Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bantul, Rabu (28/10/2020).

Dalam bentrok tersebut, Kantor MPC Pemuda Pancasila rusak parah. Sejumlah kaca pecah. Satu orang dikabarkan terluka.

"Korban itu kakak saya. Sekarang di rumah sakit. Luka bagian sini (pelipis kanan)," kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bantul, Dony Bimo Saptoto, ditemui di lokasi.

Baca juga: Kantor Pemuda Pancasila Solo Disegel, Ketua MPC Faisol: Mereka Korban Kepentingan Oknum

Baca juga: Tak Berkutik di Kandang Saat Didatangi Lionel Messi, Pirlo: Pemain Juventus Belum Selevel Barcelona

Baca juga: Viral Video Ikan Cupang Masuk IGD Dibantu Napas dengan Tabung Oksigen

Baca juga: Profil Dee Kartika, Pendiri JASMEV yang Kini Dijadikan Komisaris BUMN PT Jasa Raharja

Dony yang sekaligus terlibat dalam insiden itu menceritakan, kejadian bentrokan bermula ketika dirinya, bersama dengan dua kakaknya, serta empat keponakan sedang duduk dan minum kopi di depan rumah.

Rumah itu posisinya di pinggir jalan dan difungsikan sebagai Kantor MPC Pemuda Pancasila Bantul.

Sekitar pukul 13.00 WIB, kata dia, dari arah utara, datang konvoi sepeda motor sekitar 200 orang mengenakan seragam Pemuda Pancasila.

Tepat di depan rumah yang sekaligus kantor MPC Pemuda Pancasila, konvoi tersebut berhenti.

Belum diketahui sebab pastinya, tiba-tiba sekelompok orang dari barisan konvoi tersebut berteriak-teriak.

Sejurus kemudian menyerang dengan cara melempar batu ke arah Dony bersama kakak dan keponakan, yang sedang duduk disitu.

"Otomatis kami mempertahankan diri. (Kejadian) berlangsung 20 menit. Kami cuma bertahan," cerita dia.

Akibat kejadian itu, rumah yang sekaligus dijadikan kantor MPC Pemuda Pancasila Bantul itu rusak parah.

Terlihat sebagian kacanya pecah berserakan, dan sejumlah batu ditemukan di seputar lokasi.

Dony mengaku tidak mengetahui motif penyerangan tersebut. Ia merasa tidak memiliki masalah.

Dony mengaku sudah melaporkan insiden tersebut ke Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila pusat.

Ia juga menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian. Pihaknya meminta kepolisian supaya dapat mengusut tuntas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved