Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita PSIS Semarang

Respon Imran Nahumarury Soal Kemungkinan Pemain PSIS Ikut Tarkam di Kampung Halaman

Nasib kompetisi musim ini yang tidak bisa dilanjutkan, membuat manajemen PSIS jauh-jauh hari sudah meliburkan tim

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Penjaga gawang PSIS Semarang Jandia Eka Putra 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang memberi keleluasaan bagi para pemainnya dalam menjaga kondisi semasa kompetisi dihentikan.

Nasib kompetisi musim ini yang tidak bisa dilanjutkan, membuat manajemen PSIS jauh-jauh hari sudah meliburkan tim.

Tepatnya pada akhir September lalu.

Saat itu, kompetisi yang seharuanya dimulai awal Oktober justru mengalami penundaan.

Saat ini para pemain PSIS Semarang diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Mayoritas para pemain sudah kembali ke kampung halaman dan negara masing-masing. Termasuk duet pelatih Dragan Djukanovic dan asistennya Zarko Curcic.

Kini, penggawa PSIS Semarang yang masih berada di Semarang yakni pemain asing Jonathan Cantillana yang akan kembali ke negaranya Chile pada akhir November mendatang, serta penjaga gawang Jandia Eka Putra.

Bahkan, Jandia pada Jumat (30/10) lalu, hadir dalam sebuah pertandingan sepakbola di Stadion Citarum, Semarang bersama sejumlah pemain PSIS lainnya, semisal Muhammad Rio Saputro, Hari Nur Yulianto, Septian David Maulana, hingga eks gelandang PSIS Muhammad Yunus.

Asisten Pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury menuturkan mengingat situasi tak ada kompetisi, para pemain PSIS hadir dalam sejumlah pertandingan sepakbola amatir tak ada salahnya.

"Ya tidak apa-apa. Mereka kan juga sudah profesional. Mereka tahu bagaimana menjaga kebugaran. Tidak ada masalah. Kita juga tidak bisa melarang mereka. Karena ini kan bukan di jadwal kita," kata Imran kepada Tribunjateng.com, Minggu (1/11/2020).

Dia menambahkan, para pemain bisa bersilaturahmi dengan teman-temannya sesama pesepakbola. Sehingga sangat bagus buat mereka.

"Saya pikir itulah sepakbola. Ketika tidak main satu dua hari saja sudah puyeng. Apalagi selama ini," imbuh Imran.

"Kecuali kalau saat jadwal latihan dengan tim, masa pre season atau kompetisi mereka main nah itu bolehlah. Kalau situasi begini justru bagus buat mereka," katanya.

Soal kekhawatiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti cedera, hal tersebut menjadi konsekuensi tersendiri bagi pemain. Makanya, mereka juga diminta menjaga diri dengan baik.

"Kalau kompetisi tidak ada gini ya tidak masalah juga. Mereka misalnya dibayar, itu bagus. Selain mengisi kekosongan, mereka dapat pemasukan. Itu bagus buat mereka. Kondisi dapat, kebugaran dapat, duit dapat," ucap mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved