Berita Semarang
Diduga Putus Cinta, Karyawan Minimarket di Semarang Asal Kebumen Coba Bunuh Diri, Tubuh Membiru
Seorang karyawan minimarket di Jalan Gajah Raya atau depan MAJT Jateng di Kelurahan Siwalan, Gayamsari, Kota Semarang melakukan percobaan bunuh diri
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang karyawan minimarket di Jalan Gajah Raya atau depan MAJT Jateng di Kelurahan Siwalan, Gayamsari, Kota Semarang melakukan percobaan bunuh diri, Selasa (3/11/2020).
Pemuda itu berinisal BF (22) warga Kebumen Jateng melakukan upaya bunuh diri dengan cara menenggak pembersih porselen sekira pukul 13.00 WIB.
"Iya sepertinya dia mau bunuh diri tetapi saya tidak tahu dia sedang ada persoalan apa," kata karyawan toko Febriani Ningrum kepada Tribunjateng.com.
Baca juga: Baskara Mahendra Resmi Nikahi Sherina Munaf, Ungkap Pertemuan Pertama Setahun Lalu
Baca juga: Ali Mahbub Ditemukan Tewas Penuh Luka di Sel Tahanan Polres Klaten, Ternyata Ini Penyebabnya
Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ramdan Tewas Kecelakaaan Terlindas Truk, Sopir Kabur
Baca juga: Anak Penjual Jagung Bakar Jadi Pilot Wanita Pertama TNI AD, Pegawai Kebersihan Akmil Pun Tak Percaya
Febri menuturkan, korban BF ketika kejadian seharusnya mulai bekerja pada pukul 14.30.
Namun korban datang lebih awal sekira pukul 13.00 dengan memakai seragam lengkap.
Setelah sampai di toko BF membeli minuman Isotonik lantas pergi ke gudang toko.
"Di gudang itu tepatnya di tangga menuju lantai 2, korban bukannya meminum Isotonik yang dibeli malah meminum WPC," ujarnya.
Dia membeberkan, korban pertama kali diketahui hendak bunuh diri oleh petugas maintenance perusahaan yang saat itu sedang melakukan kunjungan toko.
Petugas itu kaget melihat korban tertidur dengan mulut penuh busa.
"Korban lalu ditolong dengan membawanya ke Dokter umum di sebelah utara toko namun segera dirujuk ke RS Bhayangkara," katanya
Karyawan lain, Luluk Fitria menjelaskan, korban tiga hari ini tampak stres.
Bahkan korban sempat cerita memiliki persoalan dengan kekasihnya.
Kendati demikian, dia tidak mengetahui persoalan di antara dua kekasih tersebut.
"Korban cerita handphonenya dibawa pacar.
Sampai sekarang handphone itu masih dibawa dan saat saya telepon sudah tidak aktif," jelasnya.
Dia mengatakan, pihak toko kesulitan memberi kabar ke orangtuanya sebab tidak mengetahui nomor ponsel mereka.
"Korban masih hidup untuk kondisi seperti apa kami kurang mengetahuinya," paparnya.
Seorang ojek online yang mangkal di depan toko yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, korban pertama ditemukan dengan dengan posisi tertelungkup.
Diduga korban sudah keracunan selama 10 menit, tubuh lemas dan telah membiru.
"Tadi saya ikut evakuasi dan korban sudah sulit diajak komunikasi," tandas dia. (Iwn)
Baca juga: Dari Tempat Persembunyian, Teman-temannya Cuma Bisa Menyaksikan saat SS Dipukuli hingga Tewas
Baca juga: Rachel Vennya Akan Tutup Endorse di Instagram, Para Pengusaha Sedih: Iklan di Dia Ngaruh
Baca juga: Anak Curiga Lihat Ayah Pulang Kubur Kantong Plastik, Lapor Polisi Setelah Lihat Isinya
Baca juga: Yanto Kerap Ajak Adik Ipar Ngamar di Tawangmangu, Mertua Lapor ke Polres Karanganyar