Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Seleb

Fiersa Besari Masuk Blacklist Pendakian Gunung Rinjani Lombok, Ini Klarifikasinya

Menggapai hal tersebut, Fiersa pun memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagramnya @fiersabesari.

Penulis: Adelia Sari | Editor: abduh imanulhaq
Instagram/fiersabesari
Klarifikasi Fiersa Besari terkait blacklist dari TNGR 

TRIBUNJATENG.COM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) baru saja mengeluarkan daftar nama pendaki yang masuk blacklist pendakian Gunung Rinjani, diantaranya musisi Fiersa Besari.

Menggapai hal tersebut, Fiersa pun memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagramnya @fiersabesari.

Video itu ia unggah pada Selasa (3/11/2020) dengan durasi 4 menit 45 detik.

Dalam video itu, Fiersa membenarkan jika dirinya dan team Atap Negeri bisa diblacklist oleh BTNGR karena kesalahan pihaknya.

Baca juga: Kembali ke Kampung Halaman Sudah Jadi Kowad, Desi Berikan Senyum untuk Tetangga yang Dulu Membully

Baca juga: Yanto Kerap Ajak Adik Ipar Ngamar di Tawangmangu, Mertua Lapor ke Polres Karanganyar

Baca juga: Cerita Mistis Meri Siswi SMA Hilang Lima Hari Padahal Berada di Dekat Rumah, Tak Bisa Panggil Orang

Baca juga: Bupati Pati Haryanto Buka Lomba Dalang Anak dan Remaja

"Saya akan coba menjelaskan benar saya dan tim kami di blacklist dari Gunung Rinjani atas kesalahan kami sendiri" ucap Fiersa.

Ia dan team Atap Negeri diblacklist karena melakukan double booking.

"Kronologisnya adalah kami melakukan double booking, waktu itu tanggal 11 dan 12 Oktober juga 13 dan 14 Oktober. Karena sejauh ini Rinjani itu cuma boleh mendaki 2 hari 1 malam dan kuota pendakian itu cuma boleh 45 orang apa ya, kalau nggak salah pokoknya di bawah 100 orang" paparnya.

Saat pendakian pada tanggal 11 Oktober, Fiersa dan tim terkena badai yang cukup besar.

Ia dan tim tidak bisa turun karena keperluannya tiak hanya mendaki tetapi juga membuat video dokumenter.

Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal sampai badai selesai.

"Kalau turun hal tersebut berat lakukan karena kami datang ke sana bukan cuma untuk mendaki tapi juga untuk membuat video dokumenter pun."

"Jadi kami memutuskan mengambil resiko untuk stay (tinggal). jadi itu bukan karena di lama lamain.
Sekali lagi itu adalah kesalahan dan kebodohan saya, saya yang memimpin proyek ini jadi saya yang mengambil keputusan dan itu mengakibatkan kami di blacklist"

Pilihan stay ini membuat waktu pendakian pertama menjadi overtime hingga Fiersa dan tim masuk dalam daftar blacklist.

Fiersa juga mengungkapkan jika dirinya tahu masuk blacklist lewat media sosial.

Mengetahui hal ini ia langsung menghubungi pihak TNGR untuk konfirmasi serta mengakui kesalahannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved