Berita Kudus

Kabar Gembira, Dewan Pengupahan Kudus Sepakati Kenaikan UMK 2021, Ini Nominalnya

Dewan Pengupahan Kabupaten Kudus menyepakati kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021 sebesar 3,27 persen atau bertambah Rp 72.544

Penulis: raka f pujangga | Editor: galih permadi
Continental Currency Exchange
ilustrasi uang rupiah 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dewan Pengupahan Kabupaten Kudus menyepakati kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021 sebesar 3,27 persen atau bertambah Rp 72.544 menjadi Rp 2.290.995.

Kenaikan itu mengacu pada surat edaran gubernur Jawa Tengah yang menaikkan Upah minimum provinsi (UMP) sebesar 3,27 persen.

Perwakilan Anggota Dewan Pengupahan Anggit Wicaksono menyatakan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kudus telah menyepakati UMK di Kudus naik.

Baca juga: Viral Pria Berseragam Polisi Brimob Banting Anak Kucing ke Parit, Ini Kata Brigjen Awi Setyono

Baca juga: Inilah Sosok Ayu Intan Diduga Jadi Penyebab Letkol TNI Dwison Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang

Baca juga: Pelawak Malih Tanggapi Lawakan Ade Londok Tarik Kursi Hingga Ia Jatuh: Enggak Lucu

Baca juga: Respons Letkol TNI Dwison Evianto Soal Pencopotan Jabatan Sebagai Dandim 0736 Batang

"Dari hasil rekomendasi tersebut, UMK pada tahun 2021 mendatang diusulkan akan naik Rp 72.544," jelasnya‎ dalam rapat di kantor Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus, Kamis (5/11/2020).

‎Dalam rapat itu sempat ada usulan pembulatan koma sehingga menmbuat kenaikan UMK menjadi 3,4 persen.

Namun hal itu tidak memperoleh persetujuan, sehingga kenaikan yang disepakati sesuai rekomendasi Provinsi Jateng sebesar 3,27 persen.

"Sempat ada perdebatan pada komanya sekian, menjadi Rp 2.295.000. Tapi jika dibulatkan naiknya sampai 3,4 persen," tambahnya.

Setelah itu, Dewan Pengupahan akan mengusulkan kesepakatan tersebut ke Plt Bupati Kudus HMHartopo.

Hartopo menginginkan ada kenaikan UMK meskipun surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau tidak ada kenaikan upah minimum.

"Saya maunya tetap ada kenaikan. Tapi angkanya berapa itu sesuai usulan (Dewan Pengupahan-red)," ujarnya.

Pihaknya akan mengusulkan UMK 2021 tersebut ke Pemrov Jateng paling lambat 14 November 2020.

Sementara itu, Plt Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Marti menyampaikan, rekomendasi hasil rapat dewan pengupahan akan disampaikan ke Plt Bupati Kudus Hartopo secepatnya.

Kemudian tahap selanjutnya, gubernur Jateng yang akan mengesahkan kenaikan UMK tersebut.

"Nanti rekomendasi ini akan disampaikan ke Plt Bupati. Jadi ini belum final," tambahnya. ‎(raf)

Baca juga: Isu Ini Diduga Menjadi Dasar Letkol TNI Dwison Evianto Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang

Baca juga: Inilah Sosok Mantan Istri Chef Juna WNA Bule Amerika, Cerai Karena Jarang. . .

Baca juga: Cerita Mistis Zainur Lihat Penampakan di Wonderia Semarang Siang Bolong

Baca juga: Jawaban BIN soal Pelaku Pembakaran Halte Sarinah, Haris Azhar Temukan Keanehan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved