Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres AS

Kalahkan Barack Obama, Joe Biden Cetak Rekor Calon Presiden Amerika dengan Suara Terbanyak

Joe Biden, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, mencetak rekor peraih suara terbanyak dalam sejarah Pilpres AS.

Brendan Smialowski / AFP
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, berbicara di Lodges di Gettysburg 6 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM - Joe Biden, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, mencetak rekor peraih suara terbanyak dalam sejarah Pilpres AS.

Itu mengalahkan rekor Barack Obama tahun 2008 lalu.

Seperti yang dilansir Washington Examiner, per Rabu (4/11/2020) pagi waktu setempat, Joe Biden telah menerima 69.544.968 suara di seluruh negeri.

Baca juga: Respons Letkol TNI Dwison Evianto Soal Pencopotan Jabatan Sebagai Dandim 0736 Batang

Baca juga: Pelawak Malih Tanggapi Lawakan Ade Londok Tarik Kursi Hingga Ia Jatuh: Enggak Lucu

Baca juga: Isu Ini Diduga Menjadi Dasar Letkol TNI Dwison Evianto Dicopot Sebagai Dandim 0736 Batang

Baca juga: Gadis 20 Tahun Positif Covid-19 Dirudapaksa Dokter dan Perawat hingga Tewas

Ia melampaui rekor Obama dengan 69.498.516 suara pada pilpres tahun 2008, menurut Associated Press.

Jumlah suara yang diraih Biden mengalahkan rekor suara terbanyak yang tercatat untuk calon presiden AS dalam sejarah.

Pada Rabu pagi, lembaga jajak pendapat FiveThirtyEight Nate Silver memperkirakan, Biden akan memenangkan "sekitar 80 juta" dari lebih dari 160 juta suara yang diperkirakan masuk.

Sementara itu, untuk Presiden Donald Trump, Associated Press mencatat 67.120.277 suara pada Rabu pagi.

Jumlah itu lebih banyak empat juta lebih dari 62.984.828 suara yang ia terima dalam pemilihan tahun 2016 lalu.

Jumlah suara tersebut, yang biasa disebut "suara populer" adalah jumlah total suara yang diberikan oleh seluruh negeri tapi tidak menjadi penentu pemenang pemilihan.

Pemenang pilpres ditentukan oleh Electoral College, yang didirikan pada 1787.

Trump kalah suara populer pada 2016 dari calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Namun ia memenangkan pemilu karena lebih unggul di electoral college.

Pemilu tahun ini menandai persentase partisipasi pemilih tertinggi di antara para pemilih yang memenuhi syarat dalam pemilihan federal AS sejak 1900.

Menurut Michael McDonald, seorang profesor Florida yang menjalankan Proyek Pemilu Amerika Serikat, tingkat partisipasi tahun ini setinggi 66,9 persen.

Pada 2016, proyek tersebut melaporkan partisipasi pemilih sebesar 60 persen.

Saat ini, pemilihan kian dekat dengan kemenangan salah satu kandidat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved