Penanganan Corona
Sudah 15 Puskesmas di Karanganya yang Dapat Melakukan Swab Secara Mandiri
Sejumlah 15 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Karanganyar sudah dapat melakukan swab secara mandiri
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sejumlah 15 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Karanganyar sudah dapat melakukan swab secara mandiri.
Sejumlah 15 puskesmas yang dapat melakukan swab secara mandiri ialah Mojogedang I, Jaten II, Karanganyar, Tawangmangu, Jatipuro, Tasikmadu, Colomadu II, Kerjo, Karangpandan, Kebakkramat 1, Ngargoyoso, Colomadu 1, Matesih, Karangpandan, dan Jumantono.
Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyanti menyampaikan, dari 21 puskesmas yang ada di Kabupaten Karanganyar, sudah ada 15 puskesmas yang dapat melakukan swab secara mandiri.
"Perkembangan puskesmas yang mampu sudah banyak, ada 15 puskesmas," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (12/11/2020).
Dia menjelaskan, beberapa puskesmas yang belum bisa melakukan swab secara mandiri karena terkendala tempat yang terbatas.
Dwi berharap, nantinya di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Karanganyar dapat melakukan swab test secara mandiri.
Dengan begitu dapat mengurangi resiko serta mengurangi beban nakes di Labkes DKK. Serta meningkatkan kapasitas puskesmas.
"Puskesmas yang belum swab di puskesmas maka swab dilakukan di rumah swab (Labkes) dan dilakukan oleh tenaga puskesmas," ucapnya.
Terpisah Kepala Puskesmas Tawangmangu, Wahyudi Wibowo menyampaikan, sudah melakukan swab secara mandiri sejak akhir Oktober 2020.
Sebelumnya, petugas puskesmas melakukan pengambilan swab terhadap beberapa orang hasil tracing pasien Covid-19 ke Labkes Karanganyar. Jarak antara Puskesmas Tawangmangu ke Labkes Karanganyar sekitar 40 Km.
Menurutnya dengan adanya rumah swab, pengambilan swab menjadi lebih efisien serta mengurangi resiko karena tidak harus menempuh jarak yang jauh.
Dia menjelaskan, ruang swab sudah diatur supaya jauh dari ruang pelayanan umum. Ruang swab ditempatkan di lantai satu, sedangkan lantai dua digunakan untuk pelayanan umum.
"Tenaga sudah ada empat orang yang mengikuti pelatihan pengambilan swab di Labkes. Pemeriksaan seminggu dua kali setiap Senin dan Rabu. Targetnya 20 pengambilan swab setiap harinya. Sampai saat ini kadang hanya 6,10, dan 11 kali, tidak sampai 20 orang," terangnya.
Dalam melakukan swab, lanjutnya, petugas puskesmas memiliki dua sasaran yakni kontak erat pasien positif Covid-19 dan orang beresiko seperti lansia serta memiliki penyakit komorbit. (Ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-saat-antre-m12020.jpg)