Berita Video
Video Viral Tiga Bocah Memandu Kendaraan Lewati Banjir
Merasa tertolong, sopir truk itu beri dua koin Rp 500-an ke Rega yang menadah dengan tempat nasi plastik warna biru.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video viral tiga bocah memandu kendaraan lewati banjir.
"Pak ambil sebelah kanan pak, ambil kanan pak, sini jalannya berlubang," pekik Rega Ahsan Putra (11) di Jalan Muktiharjo Raya, Genuk, Kota Semarang yang terendam banjir, Rabu (11/11/2020).
Pengendara truk yang melintas di jalur tersebut patuh terhadap bocah SD tersebut. Kemudian memindahkan laju kendaraannya ke lajur yang awalnya di kiri ke lajur kanan agar terhindar dari jalan berlubang.
Merasa tertolong sopir truk itu memberikan dua koin Rp 500an ke Rega yang menadah dengan tempat nasi plastik warna biru.
"Makasih Pak, hati-hati di jalan," ucapnya girang.
Begitulah aktifitas Arga dan kedua temannya yang masing-masing bernama Ilham Abi Nugroho (12) serta Arzan Maulana (13).
Mereka sudah seminggu terakhir menjadi pengatur lalu lintas di Jalan tersebut untuk membantu para pengguna jalan agar selamat melintasi Jalan Muktiharjo Raya yang tergenang banjir setinggi hampir lutut orang dewasa.
Banjir sepanjang sekira 800 meter tersebut merupakan limpasan air dari rawa-rawa yang ada di sisi selatan jalan.
"Kegiatan ini hanya mengisi waktu dari pada bermain tak jelas," kata Arzan.
Dia menjelaskan, mereka menjadi pengatur lalu lintas hanya untuk mengisi waktu luang karena sekolah masih lewat daring.
Selepas belajar daring mereka lantas menjalani kegiatan itu hingga sore hari.
Menurutnya, hasil dari mengatur lalu lintas mereka dapat mengumpulkan uang kurang lebih Rp 100 ribu.
"Paling banyak Rp 200 ribu, itu pas lagi rame-ramenya," jelasnya.
Uang tersebut, kata Arzan, dibagi rata bertiga selain buat jajan beli es dan makanan ringan sisanya ditabung untuk membeli paket data internet yang akan mereka gunakan belajar daring.
"Kasihan juga kalau minta orangtua terus, lumayan seminggu ini bisa beli paket data tidak minta orangtua," katanya.