Berita Duka
Berita Duka Romo Maryono SJ Meninggal Dunia
Berita duka, Romo Romualdus Maryono SJ meninggal dunia, Kamis (12/11/2020) pagi.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berita duka, Romo Romualdus Maryono SJ meninggal dunia, Kamis (12/11/2020) pagi.
Romo Maryono adalah Pastor Paroki Santo Yusuf Gedangan, Semarang.
Tokoh agama dan masyarakat ini lahir di Wonosobo, 7 Februari 1952.
Baca juga: Video Pasar Weleri Kendal Terbakar
Baca juga: ILC Batal Tayang Bahas Habib Rizieq, Rocky Gerung Sindir Keras: Ngapain Tunduk Pada Budaya Kolonial
Baca juga: Kapal Dharma Kencana Bertabrakan dengan Tongkang Virgo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Baca juga: Banjir Air Mata Pasca Pernikahan di Sragen, Sekeluarga Meninggal karena Covid Diawali Mempelai Wanta
Almarhum Romo Maryono pernah berkarya di Yayasan Kanisius Surakarta sebagai frater.
Kemudian melaksanakan tugas pastoral di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Paroki Blok Q Jakarta Selatan dan Gereta Santa Theresia Paroki Bongsari Semarang.
Sejumlah karangan bunga duka cita terlihat berada di Gereja Santo Yusuf Gedangan pada Kamis sore.
Ada beberapa orang yang datang ke gereja tersebut untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.
Di antaranya adalah Dri Wijayanto, warga Semarang umat Gereja Gedangan.
Menurut dia, Romo Maryono meninggal pada Kamis pagi.
"Informasi beliau meninggal Kamis pagi pukul 09.55.
Saya menerima informasi tersebut pukul 10.00 WIB.
Memang Romo Mar tidak dibawa ke sini (Gereja Santo Yusuf) tapi langsung dari RS Elisabeth dimakamkan di Girisonta," papar dia.
Dia menyebut Romo Maryono berpulang karena sakit yang dideritanya.
Dri sudah dua minggu ini tak bertegur sapa dengan Romo Maryono.
"Setahu saya, beliau ada keluhan sakit sejak memimpin Misa Jumat.
Kemudian Sabtu sudah tidak kelihatan.
Rabu saya ke sini, mendapat informasi kalau Romo dibawa ke rumah sakit pada hari Selasa," jelasnya.
"Ya, kira-kira dua minggu saya tidak bertemu secara dekat.
Kemarin agak bertanya-tanya, Sabtu Romo memberitahu akan ada tamu ikut Misa 6 orang tapi Romo sendiri kok tidak ikut Misa," ungkapnya.
Dia menyebut hanya bisa mendoakan untuk ketenangan Romo Maryono secara pribadi.
"Sejauh ini belum ada doa bersama.
Romo Mar menurut saya adalah sosok yang bisa merombak mulai dari organisasi gereja yang tidak tergantung pada seorang pemimpin Romo.
Romo Mar sendiri itu selalu menuntut umatnya untuk selalu kreatif, 'Ayo kita berpikir!'
Sejak kepemimpinan Romo Mar ini, Romo Mar ini pada keputusan terakhir.
Masalah ide, gagasan, semuanya itu dikembalikan kepada umat.
Dari keorganisasian juga begitu.
Jangan sampai yang terlibat di gereja orang-orang itu terus, ganti orang karena yang jelas namanya umat selalu pembaruan atau penyegaran," tuturnya. (idy)
Baca juga: Kecelakaan Maut Pesepeda Semarang Terjatuh Meninggal Setelah Sepeda Standing Lewati Undakan
Baca juga: Hendak Ganggu Istri Orang, Pria Ungaran Babak Belur Dihajar Warga Karangrejo Semarang
Baca juga: Viral Mobil RI 10 Milik Ketua BPK Lawan Arus Ditegur Sopir Pajero, Anggota Patwal Pukul Bodi Mobil
Baca juga: Fakta Baru Video Panas Mirip Gisel: Penyebarnya Diduga Masih di Bawah Umur
TONTON JUGA DAN SUSBCRIBE :