Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Pemilik Kena PHK Dampak Corona, Kucing dan Anjing Peliharaan di Semarang Ikut Terlantar

Pandemi virus Corona menyebabkan para pemilik hewan peliharaan anjing dan kucing di Kota Semarang memilih merelakan hewan kesayangnnya dilepas. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi virus Corona menyebabkan para pemilik hewan peliharaan anjing dan kucing di Kota Semarang memilih merelakan hewan kesayangnnya dilepas. 

Hal itu buntut dari pandemi yang memaksa mereka kehilangan pekerjaan yang berujung dari hilangnya pendapatan sehingga tak mampu merawat hewan peliharaan. 

Ketua Rescue Paw Family, Ananta Alie mengungkapkan, selama pandemi pihaknya mengalami peningkatan rescue hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. 

Peningkatan tersebut hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. 

"Dulu kami hanya menyelamatkan 10 hewan terlantar dalam sebulan, kini selama pandemi kami berjibaku menyelamatkan hewan terlantar hingga 30 hewan bahkan lebih," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (16/11/2020).

Dia mencontohkan ada satu keluarga di PHK dari pekerjaan mereka di pabrik. 

Mereka memilih menghibahkan hewan peliharaan mereka melalui akun medsos.

Pihaknya mendapatkan laporan tersebut dari nitizen yang masuk ke akun media sosial. 

"Kami lantas survey kondisi mereka.

Karena betul-betul tak mempunyai pekerjaan akhirnya kami memilih ambil anjing itu lalu mencarikannya adaptor baru," katanya. 

Tidak jarang, Ananta dan komunitasnya menjumpai pemilik yang mengancam jika anjing peliharaan mereka tak diambil maka akan diserahkan ke penyembelihan hewan. 

Menurutnya, hal itu dilakukan karena pemilik tak tega membuang anjing mereka sehingga mereka mengancam melalui akun medsos. 

Tentu pihaknya tak terima jika anjing ditaruh di penyembelihan, akhirnya memilih mengambil anjing tersebut. 

"Kami juga banyak menemukan kasus anjing ditelantarkan di rumah kosong tanpa diberi makan," ujarnya. 

Akibat meningkatnya angka anjing dan kucing terlantar, Ananta menjelaskan, tiga  tempat penampungan atau shelter binaannya kini penuh bahkan cenderung overload. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved