Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Respons Muhammadyah Soal Elite Politik dan Agama Dibiarkan Melanggar Protokol Kesehatan

Pemerintah diminta konsisten, tidak pandang bulu dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

Editor: galih permadi
Istimewa
logo muhammadyah 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta konsisten, tidak pandang bulu dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Statemen Mu'ti itu merespons kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan beberapa hari lalu.

Baca juga: Respons Nikita Mirzani Soal Ledekan Lon** Habib Rizieq Shihab di Acara Maulid Nabi

Baca juga: Pengakuan Ryan Pemuda Sadis yang Ajak Pacar Baru Bunuh Mantan, Proses Berlangsung Setengah Jam

Baca juga: Pembunuhan di Hotel Bandungan Semarang Jasad DF Siswi Demak Dibungkus Selimut

Baca juga: Agus Pelaku Pembunuhan Emy di Jalan Pramuka Semarang Terborgol Diam Membisu

"Pemerintah seharusnya konsisten menegakkan aturan dan protokol Covid-19.

Negara tidak boleh kalah," kata Mu'ti saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Mu'ti menilai pemerintah tidak boleh pandang bulu dalam penerapan protokol kesehatan. Aturan penerapan protokol kesehatan harus diterapkan oleh semua masyarakat tanpa terkecuali. "

Pedagang pasar dikejar-kejar, bahkan tidak boleh berjualan karena dianggap tidak mematuhi protokol Covid-19.

Mereka kehilangan mata pencarian karena Covid-19," ujarnya.

"Tetapi, elite politik dibiarkan melanggar protokol saat pilkada, elite agama dibiarkan melanggar hanya karena 'orang besar'.

Ini tidak benar dan melukai rasa keadilan," ucap Mu'ti.

Oleh karena itu, Mu'ti menyarankan agar pelaksanaan kampanye pilkada dievaluasi demi menghindari klaster penularan Covid-19.

Ia juga menyarankan agar kegiatan keagamaan yang bukan ibadah wajib dan berpotensi menimbulkan kerumunan massa dikurangi.

Mu'ti pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan disiplin dan sabar mematuhi protokol kesehatan.

Pasalnya, sampai saat ini pandemi Covid-19 belum sepenuhnya terkendali.(*)

Baca juga: Pemilik Kena PHK Dampak Corona, Kucing dan Anjing Peliharaan di Semarang Ikut Terlantar

Baca juga: Kabar Gembira Penggemar Tukang Ojek Pengkolan TOP, Ojak Umumkan Tisna Bakal Kembali ke Rawa Bebek

Baca juga: Nasib Liga 1 Dihentikan, Bek PSIS Semarang Banting Setir Beternak Bebek

Baca juga: Gisella Anastasia Ultah Saat di Tengah Beredar Video Syur Mirip Gisel, Ini Pesan Mendalam Wijin

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved