Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilwakot Semarang 2020

Beberkan Visi Misi, Hendi-Ita Punya 8 Program Unggulan

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu mengikuti debat calon Pilwakot Semarang

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Calon Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan calon Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memaparkan visi misi dalam acara Debat Publik yang di selenggarakan oleh KPU Semarang yang berlangsung di Gedung Poncowati, Hotel Patra Semarang, Rabu (18/11). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) mengikuti debat calon Pilwakot Semarang 2020 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang di Hotel Patra Semarang, Rabu (18/11/2020).

Debat calon lebih menekankan terhadap penajaman visi misi calon dengan menghadirkan lima panelis yaitu Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor IV Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Retno Mawarini Sukmariningsih, dan Ketua PWM Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir.

Dalam debat tersebut, Hendi-Ita menyampaikan misinya yaitu terwujudnya Kota Semarang yang semakin hebat berdasarkan pancasila dalam bingkai NKRI yang berbhineka tunggal ika.

Ada lima misi yang disampaikan yaitu meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM yang unggul dan produktif, meningkatkan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing, menjamin kemerdekaan masyarakat menjalankan ibadah, mewujudkan infrasktruktur berkualitas yang berwawasan lingkungan, serta menjalankan reformasi birokrasi pemerintahan secara dinamis dan menyusun produk hukum sesuai nilai-nilai pancaila.

Hendi mengatakan, visi tersebut berkesinambungan dengan visi periode sebelumnya.

Yakni, dari semula visinya adalah Semarang Hebat kini ditambah Semarang Semakin Hebat berlandaskan pancasila dalam bingkai NKRI.

"Ditambah itu karena kita harus mengakui intoleransi jadi sebuah hal yang harus kita fokuskan supaya masyarakat kembali sadar bahwa persoalan keberanekaragaman mesti sebagai kekuatan, bukan hal yang jadi utak atik lagi," papar Hendi.

Dalam penajaman visi-misi, berbagai bidang pun dibagas mulai dari pendidikan, kesehatan, penanganan Covid-19, kesejahteraan, keberagaman etnis, peluang kerja bagi usia produktif, pemenuhan pelayanan disabilitas, peluang investasi dan lain-lain.

"Saya rasa semua yang ditanyakan sudah kami rencanakan dalam perencanaan pembangunan ke depan. Sehingga kami alhamdulillah mampu menjawab sesuai perencanaan kami," ungkapnya.

Sementara itu, Ita menambahkan, dari visi misi tersebut, pasangan Hendi-Ita merencanakan 119 program.

Delapan di antaranya menjadi program unggulan antara lain Semarang Smart Card, penguatan fasilitas publik dalam kampung tematik untuk tujuan wisata, anjungan layanan publik, penguatan religion center di semua kecamatan, peningkatan daya tarik wisata, penguatan uji publik produk hukum, layanan publik gratis mulai lahir hingga meninggal bagi seluruh masyarakat, pembuatan maker space untuk pelatihan dan aktivitas pelaku usaha.

"Masalah pendidikan pelru dieksplor lagi. Yang jadi PR adalah sekolah swasta," imbuhnya.

Menanggapi terkait debat paslon tunggal, menurut Ita, tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

Debat yang lebih menekankan pada penajaman visi misi menjadi bahan review tersendiri untuk mendapatkan masukan-masukan dari panelis.

"Jadi, lebih menggali visi misi. Kaya ujian pendhadaran.

Gregetnya berbeda dibanding periode sebelumnya," ujar Ita. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved