Breaking News:

Penanganan Corona

Kasus Positif Covid-19 di Banyumas Tak Terkendali, Tempat Wisata Ditutup Secara Bertahap

Terkait kepastian kapan akan mulai ditutup, Wakil Bupati bersama Dinporabudpar masih merapatkannya

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati 
Ilustrasi - Kepadatan wisatawan di lokawisata Baturraden saat hari libur sebelum adanya pandemi covid-19.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Karena kasus positif Covid-19 di Banyumas semakin meningkat dan dianggap sudah tidak terkendali, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengambil keputusan menutup tempat-tempat wisata.

Namun demikian, penutupan tempat-tempat wisata dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi dan situasi masing-masing tempat wisata.

"Ditutupnya akan secara bertahap, kalau langsung semua nanti ekonomi lumpuh lagi," ujar Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono kepada Tribunbanyumas.com, saat ditemui di Pendopo Si Panji, Purwokerto pada Senin (23/11/2020).

Terkait kepastian kapan akan mulai ditutup, Wakil Bupati bersama Dinporabudpar masih merapatkannya.

Menurutnya penerapan protokol Covid-19 di tempat wisata dikelola pemkab sudah sangat baik.

"Baturraden itu aslinya dapat menampung 10.000 orang hanya saja sudah kita batasi maksimal 3.000," tambahnya.

Menurutnya yang masih menjadi masalah adalah kesadaran masyarakat, dan budaya disiplin taat protokol kesehatan.

Penutupan kembali tempat wisata dilakukan secara bertahap, dengan melihat tempat wisata yang sangat berpotensi menimbulkan kerumunan.

Diberitakan sebelumnya jika kasus Covid-19 di Banyumas saat ini sudah tidak dapat dikendalikan lagi.

Setidaknya di bulan November saja sampai dengan Senin (23/11/2020) sudah ada 554 tambahan kasus positif baru.

Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Banyumas, mengambil langkah-langkah strategis guna menekan penambahan kasus positif Covid-19.

Langkah yang diambil adalah tidak diperkenankan lagi penyelenggaraan hajatan, tempat wisata akan kembali ditutup dan razia kerumunan-kerumunan secara massif. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved