Breaking News:

Pilkada Kendal 2020

Heboh Rekaman Suara Ancaman Paslon Pilkada Kendal Hapus Bantuan Pemerintah Jika Tidak Memilihnya

Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal dihebohkan beredarnya rekaman suara yang diduga direkam dari salah satu pasang calon Bupati

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Bupati Kendal Mirna Annisa menemui elemen masyarakat yang melaporkan adanya dugaan ancaman dari salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kendal pada Rabu (25/11) 
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal dihebohkan beredarnya rekaman suara yang diduga direkam dari salah satu pasangan calon (paslon).
Dalam rekaman tersebut orang yang diduga salah satu pasang calon bupati itu melakukan koordinasi kepada anggota tim sukses lainnya untuk menyebarkan ancaman kepada masyarakat apabila tidak memilih pasangan calon tersebut.
Ancaman yang dikeluarkan yakni akan mencoret atau menghapus nama warga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat seperti PKH jika tidak memilih pasangan calon yang dimaksud.
Dengan begitu warga yang tidak memilih pasangan calon tersebut akan kehilangan haknya mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Menanggapi hal itu, beberapa elemen masyarakat mengadu kepada Bupati Mirna Annisa pada Selasa (25/11).
Elemen yang tergabung dalam Lembaga  Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Jateng dan Forum Pemerhati Pilkada Kendal itu meminta Bupati Kendal untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terancam terhadap ancaman tersebut.
Mereka menduga ada pengaruh dari elemen pemerintah yang ikut mendukung salah satu pasang calon tersebut.
Pasalnya kewenangan untuk memberikan dan mendata masyarakat yang menerima bantuan yakni pada Pemerintahan.
Doni Sahroni anggota LCKI Jateng mengatakan bahwa dugaan adanya ancaman tersebut akan mencederai proses pemilu yang saat ini berlangsung.
Seharusnya Pemilu harus berjalan dengan asas langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil (luber jurdil), namun adanya dugaan ancaman tersebut membuat masyarakat menjadi terpaksa memilih pasangan calon.
"Jika pilihan tidak sama dengan pasang calon maka akan mencoret," ujarnya
Ia pun berharap agar bupati kendal turut mengawasi pengawasan pemberian bantuan kepada masyarakat. Pengawasan tersebut juga memastikan masyarakat mendapatkan haknya tanpa mendapatkan intimidasi berbagai pihak.
Bupati Mirna Annisa mengatakan bahwa pihaknya akan menginstruksikan Inspektorat untuk terus mengawasi Organisasi Perangkat Daerahnya agar tidak terlibat dalam dugaan penyebaran ancaman tersebut.
"Saya minta inspektorat untuk ikut mengawasi seperti Dinsos dan Dispemasdes, namun kami tolong untuk diberikan informasi jika ada temuan di lapangan," tambahnya.
Bawasu Telah Terima Laporan
Sementara itu Komisioner Bawaslu Kendal Firman Teguh Sudibyo mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya rekaman yang berisi ancaman dari pasangan calon bupati Kendal.
Menurutnya bahwa pihaknya telah menerima laporan dari kelompok masyarakat pada tanggal 23 November. Menurutunya dalam laporan itu masih belum lengkap sehingga pihaknya belum bisa melakukan tindakan.
"Hari ini batas akhir untuk melengkapi laporan, selanjutnya bisa kami tindak lanjuti," katanya
Namun apabila berkas tidak lengkap, pihaknya tidak menghentikan langkah untuk memproses informasi tersebut. Pihaknya bisa melakukan penelusuran terhadap kebenaran dari informasi yang diberikan tersebut.
"Kami bisa lakukan penelusuran apabila laporan yang diberikan tidak lengkap untuk mengungkap kebenaran dari informasi tersebut," katanya.(*)
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved