PSIS Semarang
Ini Peringatan Penting dari Asisten pelatih PSIS Semarang ke Pemain Selama Tak Ada Latihan
Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury memberi pesan agar para pemain PSIS selektif pada saat menerima tawaran bermain bola semasa latihan ti
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury memberi pesan agar para pemain PSIS selektif pada saat menerima tawaran bermain bola semasa latihan tim diliburkan.
Sekedar informasi, manajemen Mahesa Jenar memberi toleransi para pemain bermain bola diluar agenda klub semasa libur kompetisi saat ini.
Hal tersebut dikatakan Imran berkaitan dengan status mereka sebagai pesepakbola profesional yang memiliki aset serta nilai yang sangat penting semasa aktif bermain bola.
Baca juga: Fakta Baru Covid-19, Peneliti Syok Temukan Kondisi Jenazah Positif Corona yang Dibongkar Lagi
Baca juga: Viral Penjual Bakso Masukkan Lagi Daging Sisa Pembeli ke Dalam Dandang Jualan
Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Kemendikbud untuk Guru hingga Pendidik PAUD, Berikat Cara Pencairan
Baca juga: 2 Dermaga Pelabuhan Rembang Ditutup: Tidak Tahu Alasannya, Itu Kewenangan Kementerian
Imran tak memampik, skuad Mahesa Jenar sudah pasti akan menerima tawaran dari berbagai pihak atau komunitas untuk turut serta bermain bola selama para pemain berada di kampung halaman masing-masing.
Soal agenda sepakbola tak resmi dari klub, legenda Persija Jakarta tersebut meminta pemain PSIS harus selektif ketika mendapat tawaran bermain bola di luar agenda klub.
Imran mengatakan, jangan sampai agenda non resmi tersebut menimbulkan kerugian buat pemain secara pribadi.
Tentu yang paling dikhawatirkan adalah masalah cedera. Tak sedikit kasus cedera ketika bermain bola diluar agenda klub menimpa pesepakbola profesional.
"Kalau diundang mereka harus pertimbangkan. Saya pikir mereka sudah dewasa, main di Liga 1. Harusnya sudah profesional," kata Imran kepada Tribunjateng.com.
"Karena yang bikin mahal itu kondisi mereka. Ketika mereka tampil dalam performa terbaik tentu dibayar mahal. Boleh saja main tarkam, tapi saya pikir harus menjaga diri mereka," jelasnya.
Sebab menurut Imran, bila pemain tak mampu mengatur dirinya bisa beresiko buat pemain itu sendiri.
"Karena kalau tidak bisa memaintenance diri, saya rasa akan sulit. Mereka bukan pemain amatir. Yang menjadi pembeda mereka adalah, mereka harus bisa jaga diri. Simpel saja, seperti pola makan, istirahat, latihan. Saya rasa mereka paham," jelas Imran. (arl)
Baca juga: Cara Sukses Bikin Rendang Ayam yang Bumbunya Meresap Sampai ke Tulang, Ini Triknya
Baca juga: Dosen USM Beri Pelatihan Desain Bagi Pelaku UMKM di Jawa Tengah
Baca juga: Sisa Sabu Masih Menempel, HS Warga Lampung Ini Tak Bisa Mengelak saat Ditangkap Polisi
Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Turun Rp 8.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/imran-nahumarury-fransiscus.jpg)