Penanganan Corona

Jateng Kebagian 21 Juta Dosis Vaksin Corona, Didistribusikan Bertahap

Jawa Tengah memperoleh jatah jumlah vaksin sebanyak 21.252.000 dosis dari pemerintah pusat. Distribusi vaksin ke provinsi tidak dilakukan sekaligus,

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mamdukh adi Priyanto
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jawa Tengah memperoleh jatah jumlah vaksin sebanyak 21.252.000 dosis dari pemerintah pusat.

Distribusi vaksin ke provinsi tidak dilakukan sekaligus, namun dalam beberapa tahapan.

"Rencananya di Jateng dialolasikan sebanyak 21 juta lebih. Hitungan itu melihat sasaran atau target yang ada di Jateng. Penduduk Jateng ada 35 juta, namun ada (warga) yang disasar untuk mendapatkan vaksin tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Akan Razia Protokol Kesehatan di Perkantoran, Sanksi Lebih Berat

Baca juga: Kenangan Asisten Pelatih PSIS Imran Nahumarury dari Sosok Maradona, Ingat Masa Kecil

Kelompok usia yang menjadi prioritas pemberian vaksin yakni dari 18-59 tahun. Selain itu, ada kelompok- kelompok yang menjadi sasaran pemberian suntik vaksin.

Pemerintah pusat meminta kelompok prioritas yang mendapatkan vaksin antara lain tenaga medis, aparat TNI/Polri, tokoh agama, tenaga pendidik, dan sebagainya.

Untuk jenis vaksin yang akan diperoleh, pihaknya mengikuti apa yang disarankan pemerintah. Lantaran pengadaan dilakukan pemerintah pusat.

"Entah itu Sinovac atau yang lain kami belum tahu, kami mengikuti pemerintah pusat," ujarnya.

Untuk teknis pemberiaan vaksin, pemprov menyiapkan fasilitas kesehatan atau rumah sakit sebanyak 1.228 yang akan melayani penyuntikan vaksin. Jumlah itu baru sementara.

Untuk tenaga kesehatan, harus ada sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus menangani penyuntikan vaksin. Karena itu, ada sebanyak 2.708 vaksinator atau tenaga kesehatan yang dilatih untuk melayani suntik vaksin.

Yulianto menuturkan sedang membuat roadmap atau skema distribusi ke daerah. Hal itu lantaran ada wilayah remot di lokasi terpencil di Jateng seperti Pulau Karimunjawa dan Kampung Laut di Cilacap.

"Permasalahannya, vaksin ini harus disimpan di suhu minus 20-40 derajat celcius. Kalau disimpan di kulkas biasa tidak bisa. Karena itu harus dipikirkan sarana dan prasarana sarana penyimpan. Ini yang harus disiapkan," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved