Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Warga Berharap Susi Pudjiastuti Diangkat Lagi Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Warga Pangandaran berharap, Susi Pudjiastuti kembali jadi Menteri KKP, setelah tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo

Tayang:
Editor: m nur huda
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

TRIBUNJATENG.COM, CIAMIS - Tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo Rabu (25/11/2020) subuh menjadi perhatian khalayak warga Pangandaran.

Banyak warga Pangandaran yang berharap, Susi Pudjiastuti kembali jadi Menteri KKP.

"Saya benar-benar terkejut Pak Menteri KKP diciduk KPK. Beliau baru setahun menjabat menggantikan posisi Ibu Susi (Susi Pudjiastuti). Lebih kaget lagi, Pak Menteri kena OTT berkaitan langsung dengan program Ibu Susi tentang pelarangan ekspor benur lobster," tutur H Abdul Gofar yang akrab dipanggil H Opang, salah seorang tokoh masyarakat Cijulang Pangandaran kepada Tribun, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Edhy Prabowo Minta Maaf Ke Jokowi & Prabowo, Akan Segera Mundur dari Jabatan Menteri

Baca juga: Bos Apple Terancam Penjara Setelah Suap Ratusan iPad pada Polisi

Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Edhy Prabowo: Ini Adalah Kecelakaan 

Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Champions: Munchen Amankan Tiket 16 Besar, Inter & Liverpool Terpuruk

Menyusul diciduknya Menteri KKP oleh KPK, menurut H Opang, nama Susi Pudjiastuti kembali meroket ke permukaan, setelah setahun “nyaris” tenggelam.

Kini nama Susi Pudjiastuti kembali disebut-sebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan peregangan (stretching) diatas KRI Baracuda 814 sebelum menyaksikan peledakan kapal ilegal asing di Perairan Dempo, Tanjung Pinang, Provinsi Kepri, Selasa (2 Februari 2015).
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan peregangan (stretching) diatas KRI Baracuda 814 sebelum menyaksikan peledakan kapal ilegal asing di Perairan Dempo, Tanjung Pinang, Provinsi Kepri, Selasa (2 Februari 2015). (TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO)

"Tentang Menteri KKP yang diciduk KPK hari ini jadi bahan pembicaraan dan perhatian banyak orang di kidul (Pangandaran). Tak hanya warga Pangandaran, dari luar Pangandaran kini pun kembali menyebut-nyebut nama Susi Pudjiastuti," katanya.

Mantan Menteri KKP yang sering berpenampilan nyentrik yang akrab dengan ikon “tenggelamkan” tersebut kini kata H Opang kembali banyak diperbincangkan.

"Secara pribadi saya berharap Ibu Susi bisa diangkat lagi jadi Menteri KKP. Beliau punya kemampuan dan memahami potensi kekayaan laut Indonesia. Bukan hanya masyarakat Pangandaran yang menginginkan beliau kembali memimpin KKP. Saya yakin juga warga luar Pangandaran. Demi kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa, sudah saatnya ibu Susi Pudjiastuti (si Ratu Pantai Selatan) ditempatkan kembali jadi Menteri KKP. Banyak yang berharap Ibu Susi kembali jadi Mentri KKP," ujar H Opang.

Disambut Warga Pangandaran

Setelah tidak lagi menjadi Menteri KKP, Susi Pudjiastuti kembali pulang ke kampung halamannya di Pangandaran Sabtu (26/10/2019) setahun lalu.

Kedatangannya di landasan pacu Bandara Susi di sisi pantai Pangandaran Sabtu siang itu, Susi Pudjiastuti disambut bak pahlawan dan disambut dengan derai aira mata dan prosesi adat.

Ribuan orang mengaraknya berjalan kaki dari landasan pacu yang berada di Blok Pamugaran Pantai Barat Pangandaran sampai ke kediamannya di Jl Merdeka Pangandaran.

Setahun setelah kepulangannya kembali ke kampung halamannya di Pangandaran, kini nama Susi Pudjiastuti kembali dielu-elukan. Terutama di kalangan para netizen.

Menyusul apa yang terjadi saat ini, menurut H Opang ia ingat pribahasa yang melekat dalam tradisi warga pesisir Pangandaran, tentang “uyah kidul”.

"Ada pribahasa dalam tradisi kami orang pakidulan. Ulah boga rasa aing uyah kidul. Tidak boleh sombong karena merasa paling hebat. Kalau sombong dan merasa hebat, jangan-jangan nanti akan merasakan betapa asinnya uyah kidul," katanya. 

Jokowi Tunjuk Luhut Jadi sebagai Ad Interim Menteri Kelautan dan Perikanan 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ad Interim Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

Luhut menjadi Menteri Ad Interim KKP karena Menteri Definitif KKP, Edhy Prabowo diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster.

Surat penunjukkan Luhut tersebut disampaikan Juru Bicara Kemenko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi pada Rabu malam, (25/11/2020).

"Menko Luhut telah menerima surat dari Mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Menteri KKP, Presiden berkenan menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KKP ad interim," kata Jodi kepada wartawan.

Menteri Ad Interim biasanya ada, karena terdapat kekosongan kursi Menteri definitif. Posisi Menteri Ad Interim biasanya juga diisi oleh Menteri dari bidang yang berkaitan.

Untuk diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri berada di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Presiden, pemerintah menghormati proses hukum terhadap pejabat negara yang saat ini tengah berjalan di KPK.

"Kita menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional," ujar Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (25/11/2020).

Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus dan selalu mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Pemerintah konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap usai lawatannya dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Firli mengatakan, Eddy, istrinya, serta pegawai KKP lainnya ditangkap begitu tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11/2020) pukul 01.23 WIB.

"Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu," kata Firli saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020) pagi.

Firli mengatakan, Eddy Prabowo diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster.

"Sekarang beliau di KPK untuk dimintai keterangan. Nanti akan disampaikan penjelasan resmi KPK," katanya.

KPM memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Edhy dan para pihak yang diamankan.

"Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu," ujar Firli.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Warga Pangandaran Berharap Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri dan di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Menteri KKP Ad Interim Gantikan Edhy Prabowo

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved