Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Alasan Susi Pudjiastuti Tolak Ekspor Benih Lobster

Mantan Menteri Kelautan dan Perikananan, Susi Pudjiastuti menolak keras eskpor lobster.Hal itu ia Susi Pudjiastuti ucapkan di Metrro TV

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Ini Alasan Susi Pudjiastuti Tolak Ekspor Benih Lobster 

Beralih membahas kebijakan ekspor benih lobster, Susi Pudjiastuti menilai bahwa hal tersebut bisa membuat populasi benur akan abis karena diambil paksa dari alam.

Susi Pudjiastuti menegaskan sebaiknya lobster memang hidup dan besar di laut.

"Kalau itu sampai kapanpun biar saja lobster hidup besar di laut, kita tangkap yang besar. Itu saja," terang Susi Pudjiastuti.

"Akan lebih baik Tuhan membudidayakan lobster di laut dari pada manusia. Jadi Tuhan yang membudidayakan di laut, manusia mengambil saat lobster besar," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Don Bosco terus mencecar pertanyaan pilihan kepada Susi Pudjiastuti.

Ternyata Susi Pudjiastuti lebih mementingkan ekosistem laut.

"Yang pertama keberlanjutan ekosistem. Dengan ekosistem yang berkelanjutan, kemakmuran akan ada dengan sendirinya," jawab Susi Pudjiastuti.

"Menunggu terlalu lama katanya," timpal Don Bosco.

"Ya tidak sabar saja. Kalau tidak sabar ya tidak bagus. Yang sabar itu kekasih Tuhan, agama mengatakan itu," singkat ibu tiga anak tersebut.

Merasa arah pembicaraan melenceng, Susi Pudjiastuti pun mengajukan protesnya.

"Tapi ini kenapa sih ke laut lagi Bang Don?" tanya Susi Pudjiastuti.

"Ini perlu, supaya kemudian kita tahu apakah Ibu Susi tetap konsisten dengan sikap yang dulu-dulu gitu, sekarang kita lihat apakah berubah?" kata Don Bosco.

"Kalau Susi tentang lingkungan, tentang ekosistem, tentang laut itu dari tahun sebelum 2005 sudah ngomong itu," singkat Susi Pudjiastuti.

Don Bosco pun mengajukan pertanyaan terakhirnya, yakni terkait kebijakan eskpor benih lobster, tetapi Susi Pudjiastuti tetap enggan berkomentar.

Susi Pudjiastuti mengataka bahwa itu sudah bukan lagi pekerjaannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved