Berita Kriminal
Viral Santri Positif Narkoba Usai Isap Vape
Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Selatan setelah seorang santri di Kabupaten Pangkep dilaporkan positif
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Kasus vape diduga mengandung narkoba di Pangkep memicu kekhawatiran orang tua di Bone.
- Orang tua mulai meningkatkan pengawasan karena vape dinilai mudah disalahgunakan.
- Diperlukan pengawasan dan edukasi lebih ketat untuk melindungi anak dari risiko narkoba.
TRIBUNJATENG.COM - Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Selatan setelah seorang santri di Kabupaten Pangkep dilaporkan positif narkoba usai mengisap vape.
Temuan ini memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan orang tua di Kabupaten Bone yang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan vape di kalangan anak-anak.
Informasi tersebut diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan yang menduga cairan vape telah dicampur dengan zat terlarang.
Meski kejadian berlangsung di luar wilayah Bone, dampaknya terasa hingga memicu diskusi dan keresahan di masyarakat.
Baca juga: Viral Imam Masjid Dipukuli 3 Pria 1 Wanita Hingga Pingsan
Orang Tua Diminta Lebih Waspada Awasi Anak
Sejumlah orang tua di Bone kini mulai mengubah pandangan terhadap vape yang sebelumnya dianggap sebagai alternatif rokok yang lebih aman.
Kekhawatiran muncul seiring berkembangnya modus penyalahgunaan narkoba yang semakin beragam.
Salah satu orang tua, Uki, mengaku kini lebih berhati-hati dalam mengawasi aktivitas anaknya.
“Sekarang ini kita sebagai orang tua benar-benar harus ekstra hati-hati,"ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, bentuk vape yang umum dan mudah diakses membuat pengawasan menjadi lebih sulit dilakukan, sehingga orang tua perlu lebih aktif memantau pergaulan anak.
"Anak-anak bisa saja tidak tahu kalau vape yang mereka pakai ternyata sudah dicampur narkoba,"sambungnya.
Kekhawatiran Meluas, Minta Pengawasan Lebih Ketat
Keresahan serupa juga dirasakan Rahma, orang tua lainnya di Bone. Ia mengaku sebelumnya tidak terlalu mencurigai penggunaan vape di kalangan anak muda.
“Awalnya saya pikir vape itu hanya tren anak muda, tapi setelah ada kasus ini saya jadi takut. Bisa saja anak-anak kita terpapar tanpa mereka sadari,” katanya.
Rahma berharap adanya pengawasan yang lebih ketat, baik dari lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan, untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Harus ada pengawasan lebih ketat, baik dari orang tua maupun sekolah. Jangan sampai kita lengah dan anak-anak jadi korban,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
| Terungkap Rencana Lebih Keji di Balik Pembunuhan Nenek Dumaris, Pelaku Ingin Bunuh Semua Keluarga |
|
|---|
| Korban Dugaan Penipuan Aplikasi Snapboost di Blora Bertambah |
|
|---|
| Segini Bayaran Per Titik yang Diterima Pria Banyumas Edarkan 130 Gram Sabu di Purbalingga |
|
|---|
| Polres Batang Masih Dalami Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kecamatan Bawang |
|
|---|
| Sosok Menantu Pembunuh Mertua di Pekanbaru, Sempat Dinikahi Anak Korban yang Berkebutuhan Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-vape.jpg)