Breaking News:

Berita Nasional

Polisi Ungkap Sumber Dana Jaringan Teroris Jamaah Islamiah, Berasal dari Kotak Amal di Minimarket

Polisi mengungkapkan asal-usul dana yang digunakan dalam operasi jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI). Total, ada dua pemasukan dana yang biasa digun

Editor: m nur huda
Handout/Kompas.com
Lokasi penangkapan seorang warga yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Kawasan Perumnas Talang Kelapa, RT 024, RW 006, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang lantaran diduga jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI), Senin (30/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi mengungkapkan asal-usul dana yang digunakan dalam operasi jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI).

Total, ada dua pemasukan dana yang biasa digunakan organisasi terlarang tersebut.

Menurut Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, pemasukan dana pertama berasal dari Badan Usaha Milik Perorangan para anggota JI.

"Polri menemukan bahwa JI mempunyai dukungan dana yang besar, di mana dana ini bersumber dari badan usaha milik perorangan atau milik anggota JI," kata Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Rizieq Shihab Diperiksa Hari Ini, Jika Izin Sakit Polisi Akan Periksa Dokternya

Baca juga: Tabrak Becak di Depan RS Bhayangkara Semarang Semalam, Seorang Pemotor Tewas

Baca juga: Anjar Akhirnya Ditemukan Telah Meninggal Tenggelam di Sungai Tambra Purbalingga

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan di Arteri Semarang Pagi Ini, Pemotor Tewas Setelah Tabrak Halte

Selain itu, organisasi Jamaah Islamiah juga menggunakan dana yang berasal dari kotak amal. Kotak amal itu ditempatkan di sejumlah minimarket di Indonesia.

"Kedua penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan di minimarket di beberapa wilayah di Indonesia," jelasnya.

Awi menyampaikan dana tersebut digunakan oleh JI untuk sejumlah kepentingan organisasi. Mulai dari pemberangkatan anggota ke Suriah hingga pembelian persenjataan dan bahan peledak.

"Dana itu oleh JI digunakan operasi pemberangkatan para teroris ke Suriah dalam rangka kekuatan militer dan taktik teror. Untuk menggaji para pemimpin JI, dan terakhir untuk pembelian persenjataan atau bahan peledak yang digunakan untuk amaliyah untuk jihad organisasi JI," katanya.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri sebelumnya berhasil menangkap terpidana terorisme TB alias Upik Lawanga di Lampung pada 23 November 2020 lalu.

Upik Lawanga merupakan Jaringan Islamiah yang terkenal sebagai penerus dokter Azhari.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved