Breaking News:

Kartel Narkoba di Meksiko Eksekusi Kepala Polisi dengan 100 Tembakan

Sebanyak dua orang anggota kartel narkoba El Chapo tersebut menghujani mobil Muniz dengan 100 tembakan peluru dari senapan AK-47.

EPA via Daily Mail via Kompas.com
Ahli forensik mengumpulkan informasi dari mobil Ramon Muniz setelah ditembak setidaknya 100 kali pada Rabu (4/12/2020) di Culiacan, Sinaloa, Meksiko. 

TRIBUNJATENG.COM, CULIACAN – Dua anggota kartel narkoba Joaquin ' El Chapo' Guzman mengeksekusi seorang kepala polisi, Ramon Muniz, ketika berada di dalam mobil.

Sebanyak dua orang anggota kartel narkoba El Chapo tersebut menghujani mobil Muniz dengan 100 tembakan peluru dari senapan AK-47.

Dilansir Daily Mail, kedua tersangka melancarkan aksinya di pinggir jalan di Culiacan, Negara Bagian Sinaloa, Meksiko, pada Kamis (3/12) pukul 07.30 waktu setempat.

Media Meksiko, Infobae, melaporkan, para tersangka mengikuti Muniz setelah dia meninggalkan rumahnya.

Setelah itu, para tersangka lantas memblokir Muniz di tengah jalan terdekat sebelum akhirnya mengeksekusinya.

Para tersangka kemudian melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) dengan mobil berwarna abu-abu.

Jaksa Agung Negara Bagian Sinaloa mengatakan, seorang tersangka bersenjata telah ditangkap di Mazatlan, sekitar dua setengah jam perjalanan dari TKP.

Tersangka tersebut mengendarai mobil yang sama yang dilaporkan melarikan diri dari lokasi penembakan tragis itu.

Seorang juru bicara kantor kejaksaan mengatakan kepada Daily Mail bahwa orang tersebut juga dicari atas kejahatan lain.

Kendati demikian, kantor kejaksaan tidak merilis nama para tersangka karena penyelidikan pembunuhan Muniz masih berlangsung.

Muniz yang berusia 50 tahun, adalah seorang kepala polisi di kantor Kejaksaan Negara Bagian Sinaloa.

Muniz telah mengabdi selama 24 tahun sebagai aparat penegak hukum, dan selama 3 tahun terakhir bertugas di unit penangkapan.

Beberapa media di Meksiko melaporkan bahwa kekerasan antar-kartel di seluruh Sinaloa semakin meningkat akhir-akhir ini.

Kekerasan itu dipicu pertikaian antara kelompok yang dipimpin Los Chapitos, putra ketiga Joaquin Guzman, dan sebuah faksi yang didirikan Ismael 'El Mayo' Zambada. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved