Tribunjateng Hari ini
Warga Gaza Menyemai Harapan Perdamaian, Hamas-Israel Gencatan Senjata
Warga Gaza kembali ke kampung halaman, mereka kembali menyemai harapan hidup dalam kedamaian, setelah Israel-Hamas sepakati gencatan senjata.
Penulis: Yayan | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, GAZA – Warga Gaza kembali menyemai harapan untuk hidup damai. Sejumlah warga kembali ke kota mereka yang telah hancur karena perang, setelah Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata, Jumat (10/10), menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Seorang warga di kawasan Sheikh Radwan, Gaza, Ismail Zayda (40), kembali ke kampung halamannya dari pengungsian. Meski rasa takut masih menyelimuti, ia menyambut baik gencatan senjata tersebut.
“Alhamdulillah rumah saya masih berdiri. Tapi tempat ini hancur, rumah tetangga saya rata dengan tanah, seluruh distrik lenyap," ujarnya.
Baca juga: Netanyahu Respons Pidato Prabowo, Sebut Kerja Sama dengan Israel Menguntungkan
Baca juga: Mahasiswa Gaza Palestina Wisuda di UMP, Bangga Bisa Kuliah dan Dapat Beasiswa
"Katanya sudah gencatan senjata, tapi kenapa tidak ada yang datang memberi tahu kami bahwa kami bisa berhenti takut?” sambung Ismail dengan nada bingung.
Di sisi lain, pasukan Israel mulai menarik diri dari sejumlah wilayah di Gaza pada Jumat (10/10), menyusul diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah para pihak menggelar negosiasi di Sharm el-Sheikh, Mesir, dengan ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Israel meratifikasi kesepakatan gencatan senjata Gaza pada Jumat dini hari. Kesepakatan itu membuka jalan bagi penarikan pasukan dan penghentian penuh pertempuran di Gaza dalam waktu 24 jam. Sebagai bagian dari perjanjian, para sandera Israel akan dibebaskan dalam 72 jam berikutnya, dengan imbalan pembebasan sejumlah tahanan Palestina di Israel.
CNN melaporkan, kerangka kerja ini akan memungkinkan pembebasan segera semua sandera yang ditawan di Gaza, penarikan pasukan Israel ke titik yang disepakati, dan pembebasan beberapa tahanan Palestina. Presiden AS Donald Trump mengatakan, para sandera kemungkinan akan dibebaskan pada Senin (13/10) pekan depan.
Begitu kesepakatan berlaku, truk-truk bantuan berisi makanan dan obat-obatan akan memasuki Gaza untuk membantu ratusan ribu warga sipil yang kini hidup di tenda-tenda setelah rumah mereka hancur lebur. “Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja pembebasan semua sandera, baik yang masih hidup maupun telah meninggal,” tulis akun X berbahasa Inggris milik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Di Khan Younis, pasukan Israel dilaporkan mulai meninggalkan wilayah timur dekat perbatasan, meski suara tembakan tank masih terdengar, menurut warga yang dihubungi Reuters. Sementara di kamp Nusseirat di bagian tengah Gaza, sejumlah tentara membongkar posisi mereka dan bergerak menuju perbatasan Israel.
Namun, beberapa pasukan tetap bertahan setelah terjadi baku tembak dini hari. Sepanjang jalur pantai Mediterania menuju Kota Gaza, warga tampak menunggu dengan harapan bisa kembali ke pusat kota. Namun, suara tembakan di sekitar lokasi membuat banyak orang ragu untuk bergerak lebih jauh.
Petugas penyelamat mulai menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya tertutup pertempuran. Tim medis menemukan sedikitnya 10 jenazah dari serangan terdahulu.
Kepala Hamas di Gaza yang kini diasingkan, Khalil Al-Hayya, mengatakan telah menerima jaminan dari Amerika Serikat dan mediator internasional bahwa perang telah berakhir.
Perang dua tahun ini telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan memperburuk isolasi diplomatik Israel di dunia internasional. Konflik juga memicu ketegangan di Timur Tengah, melibatkan Iran, Yaman, dan Lebanon.
Di pihak Israel, pertempuran itu dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menculik 251 warga Israel. Kini, sekitar 20 sandera diyakini masih hidup di Gaza, sementara 26 lainnya diduga tewas dan dua orang belum diketahui nasibnya.
Menyisakan tantangan
| CCTV Tidak Berfungsi saat Mobil Kades Hoho Dibom Molotov |
|
|---|
| Jamu Badai Pantura, PSIS Wajib Menang atau Kian Dekat ke Liga 3 |
|
|---|
| Tersangka Narkoba Letakkan Sabu lalu Kirim Foto ke Pemesan |
|
|---|
| Ade Bhakti Sebut Nomor Pembuat Prank Damkar Berada di Sleman |
|
|---|
| Mbah Uban Selalu Ingat saat Kumpulkan Bagian Tubuh Korban KA di Kaligawe |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250818_israel.jpg)