Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tips Cantik

Catat! Kosmetik Wajib bagi Remaja buat Bersolek tanpa Terlihat Berlebihan  

Makeup menjadi salah satu barang wajib bagi banyak kaum hawa. Termasuk juga perempuan yang baru beranjak remaja.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Juara Indonesia's Girl 2020, Salsabiil Rajwaa Aneva (14) tampil dengan riasan khas remaja. Dengan menggeluti dunia modelling, pelajar kelas 3 SMP Mondial Junior High School (MJHS) Semarang ini tidak hanya piawai dalam photoshoot,catwalk, tetapi juga makeup. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Makeup menjadi salah satu barang wajib bagi banyak kaum hawa. Bahkan, perempuan yang baru beranjak remaja pun kini mulai berbondong-bondong memakai sejumlah produk makeup demi menunjang penampilannya. Penggunaan makeup memang bukan hal baru lagi di kalangan remaja.

Khoirunnisa Lutfiyah, adalah satu di antara perempuan yang telah memakai produk kecantikan sejak remaja. Lutfi, panggilannya, mengatakan, dirinya telah bersolek sejak duduk di bangku SMP dulu. Dulu, Lutfi hanya memakai bedak tabur dan pelembab saja.

"Sejak SMP sudah pakai. Tapi, cuman pakai pelembab, kemudian ditaburi bedak. Saya pilih produk bedak taburnya dulu yang khusus untuk remaja. Di produknya memang ada tulisan 'for teen'. Jadi, saya pakai itu karena memang khusus untuk kulit remaja," ucap dara yang kini berusia 20 tahun itu.

Lutfi menambahkan, alasan dirinya mulai memakai makeup dulu karena mengikuti teman-temannya. Otomatis, produk yang dibeli Lutfi pun tak jauh beda dengan teman-teman sebayanya. Namun, Lutfi biasanya mempertimbangkan juga harga produknya terlebih dahulu.

Bagi warga Tingkir, Kota Salatiga ini, produk kosmetik yang dipakainya mudah didapat, terjangkau, dan berkhasiat mencerahkan. Pelembab dan bedak tabur jadi produk kosmetik yang tidak terlewatkan oleh Lutfi hingga lulus SMA. Namun saat di bangku SMA, ia mulai memakai iip balm untuk bibirnya.

"Saya dari SMP sampai SMA, produk bedak taburnya ga gonta-ganti. Sedangkan pelembabnya baru sering ganti karena ngelihat dan ngikutin teman. Saat SMA, paling cuman nambah pakai lip balm. Itu aja cukup. Sampai sekarang pun masih, namun lebih care. Kalau mau pakai sesuatu, mesti harus lihat kandungan bahannya dulu. Pokoknya, aku ga mau pakai produk yang terlalu banyak alkohol," ujarnya.

Sementara, hal berbeda dialami Herdita Agnia. Perempuan yang akrab dipanggil Agni ini ketika dulu di masa remaja hanya memakai bedak saja. Ya, Agni dulu memang tidak begitu peduli soal perawatan wajah. Bagi Agni, yang terpenting wajahnya bisa tampak cerah saja.

Sejak SMP hingga SMA, Agni hanya memakai bedak bayi saja. Jika hendak sekolah atau berpergian, perempuan berusia 22 tahun ini jarang ambil pusing soal penampilannya. Ia hanya sebatas cuci muka serta memakai bedak bayi selepas mandi. Ia saat remaja tak pernah memberikan produk apapun pada bibir dan alisnya.

"Dulu aku orangnya cuek dan bodo amat sama penampilan. Yang penting cukup kelihatan segar dan cerah saja. Aku memang ga mau aneh-aneh sama wajahku. Takutnya ada efek samping. Sayang sekali masih muda, malah nanti kelihatan tua. Kalau sekarang, memang sudah sedikit perhatian soal makeup. Tapi tetap simpel juga," papar warga Gunungpati, Kota Semarang ini.

Ingat KLIK

Sementara itu, dr Ayuningtyas Utami, dipl CIBTAC,  dokter kecantikan Immoderma Skin Clinic Semarang, mengatakan, pada dasarnya, usia remaja sudah diperbolehkan menggunakan makeup. Akan tetapi, ada batasan-batasan yang harus diperhatikan. Pemakaian lip gloss dan make up secara natural baik untuk remaja pada usia 10-12 tahun. Selanjutnya pada usia 13-14 tahun, seorang anak diperbolehkan menggunakan foundation dan bedak. Berikutnya pada usia 15-17 tahun, anak mulai diperbolehkan memakai blush on, eyeliner, dan eye shadow.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu dipahami para remaja dalam memilih produk makeup atau kecantikan, yakni lakukan cek KLIK. Apa itu KLIK? KLIK merupakan singkatan dari kemasan, label, izin beredar, dan tanggal kadaluwarsa sebuah kosmetik. Nah, sebelum membeli produk tersebut, Anda wajib untuk mengecek KLIK agar dapat menghindari kosmetik palsu.

Lalu, jangan sampai tertipu dengan harga yang murah. Belilah di toko kosmetik terpercaya. Setelah itu, perhatikan reaksi kulit setelah menggunakan produk. Untuk melihat reaksi kosmetik pada kulit Anda, cukup oleskan sedikit produk ke bagian punggung tangan. Selanjutnya lihat tekstur dan warnanya, apakah cocok dengan yang Anda inginkan atau tidak. Apabila produk tersebut tidak menyebabkan iritasi maupun alergi, berarti produk tersebut aman. Sebaliknya, jika terjadi iritasi pada kulit, maka dapat dipastikan bahwa produk tersebut palsu atau tidak cocok.

Dalam memilih produk makeup, pastikan beberapa kandungan berbahaya berikut ini tidak termasuk dalam skin care yang dipilih para remaja. Seperti mengandung, paraben, zat pewarna sintetis, parfume, phthalates, dan Triclosan. Untuk paraben merupakan zat pengawet yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi dalam produk kosmetik. Lalu, zat pewarna sintetis bisa kalian lihat di label produk. Perhatikan apakah ada istilah FD&C atau D&C. Simbol ini sebagai istilah pewarna buatan. F, mewakili makanan dan D&C mewakili obat dan kosmetik.

Selanjutnya, parfum pada skincare dan kosmetik berbeda dengan parfum untuk pewangi tubuh. Untuk skincare, sebaiknya pilihlah produk yang fragrance free. sebab, zat ini memiliki efek negatif. Kemudian, phthalates adalah salah satu bahan kimia yang berbahaya. Perlu kamu waspadai, karena zat ini digunakan dalam hampir banyak produk (losion, cat kuku, atau hair spray) untuk meningkatkan fleksibilitas dan kelembutan. Terakhir triclosan. Selain pada beberapa produk skin care, kandungan triclosan umum ditemukan pada pasta gigi, deodoran, dan sabun antibakteri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved